Kasus Hantavirus di MV Hondius Picu Kekhawatiran, Ahli: Tidak Seperti Covid-19

hantavirus
ilustrasi hantavirus. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Munculnya kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran publik internasional. Situasi itu mengingatkan banyak orang pada awal merebaknya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Namun, para ahli memastikan hantavirus memiliki karakteristik berbeda dan kecil kemungkinan berkembang menjadi pandemi global.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi terdapat lima orang yang positif terinfeksi hantavirus dalam insiden di kapal pesiar tersebut. Tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran virus itu terhadap kesehatan masyarakat global masih tergolong rendah. Dalam konferensi pers pada Kamis, 7 Mei 2026, WHO menegaskan wabah tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda awal pandemi baru.

Advertisement

“Ini bukan awal epidemi dan bukan awal pandemi,” ujar Direktur Departemen Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, seperti dikutip USA Today.

Baca Juga :  Risiko Tersembunyi di Dapur: 5 Makanan yang Sebaiknya Tak Masuk Microwave Lagi

Ia menekankan bahwa hantavirus berbeda jauh dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, terutama dari sisi penularan.

“Ini bukan SARS-CoV-2. Situasinya tidak sama seperti enam tahun lalu,” katanya.

Kekhawatiran publik muncul karena wabah terjadi di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, tempat penyebaran penyakit dapat berlangsung cepat. Namun para ahli menyebut kemampuan penularan hantavirus sangat terbatas dibanding virus pernapasan seperti influenza atau Covid-19.

Ahli virologi Thomas G. Ksiazek mengatakan hantavirus sebenarnya bukan virus baru. Menurutnya, jika virus ini memiliki kemampuan memicu pandemi besar, hal tersebut kemungkinan sudah terjadi sejak lama.

Sementara itu, Profesor Mikrobiologi dan Imunologi Universitas Columbia, Vincent Racaniello, menjelaskan faktor utama yang menentukan potensi pandemi adalah kemampuan penularan antarmanusia secara efisien.

Baca Juga :  Mau Kulit Kencang dan Bebas Kerutan? Ubah Posisi Tidurmu Sekarang!

“Influenza dan SARS-CoV-2 sangat efisien dalam penularan. Hambatan utama hantavirus adalah penularan antarmanusia yang tidak efektif,” jelasnya.

Para pakar menyebut hanya strain Andes hantavirus yang pernah terbukti dapat menular antar manusia. Namun kasus penularannya sangat jarang dan umumnya terjadi pada kontak sangat dekat.

Selain itu, hantavirus juga tidak diketahui menyebar sebelum gejala muncul. Masa inkubasi virus ini dapat berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum penderita menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Karena itulah, para ahli menilai wabah di kapal pesiar MV Hondius lebih tepat dipandang sebagai insiden terbatas, bukan ancaman pandemi global seperti Covid-19.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel