TIMETODAY.ID, BOGOR – Skema program beasiswa mahasiswa Pemerintah Kota Bogor resmi berubah. Tidak lagi sekadar bantuan pendidikan, penerima beasiswa kini diwajibkan menjalani magang mengajar di sekolah pada semester tujuh sebagai bentuk pengabdian kepada daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan perubahan skema itu dirumuskan sebagai respons atas kesulitan yang selama ini dihadapi dalam mengikat lulusan penerima beasiswa untuk kembali berkontribusi di Kota Bogor.
“Selama ini kami kesulitan kalau pengabdian dilakukan setelah lulus. Kalau sudah punya pekerjaan yang lebih baik, tentu mereka memilih itu. Jadi solusinya dilakukan saat masih kuliah,” ujar Herry, Senin.
Perubahan skema ini sekaligus menggeser fungsi beasiswa dari sekadar instrumen sosial menjadi bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan guru daerah. Ke depan, Disdik akan memprioritaskan penerimaan mahasiswa dari jurusan kependidikan, seperti PGSD, FKIP, PJOK, dan PAI.
“Meskipun petunjuk teknis masih longgar, ke depan kami prioritaskan jurusan keguruan. Misalnya dari 20 kuota, 10 untuk keguruan dan 10 untuk umum,” jelasnya.
Saat ini, program beasiswa yang telah berjalan lama itu menaungi 80 mahasiswa aktif dari semester awal hingga semester delapan. Mahasiswa tersebut tersebar di sejumlah perguruan tinggi mitra, antara lain Universitas Pakuan, IBI Kesatuan, Universitas Indonesia, IPB University, dan Universitas Negeri Jakarta.
Mekanisme rekrutmen dilakukan setiap tahun dengan jumlah penerimaan baru yang disesuaikan dengan jumlah lulusan pada tahun berjalan. Disdik juga tengah mengusulkan penambahan kuota hingga 100 penerima baru, meski realisasinya masih bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
“Untuk tahun depan memang ada usulan penambahan kuota 100 orang lagi, tapi itu sangat bergantung pada kemampuan anggaran,” kata Herry.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































