
TIMETODAY.ID, BOGOR – Kota Bogor mempercepat pembangunan dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diwariskan para pemimpin terdahulu. Proyek strategis itu kini ditargetkan menjadi solusi permanen atas krisis sampah yang selama ini membelit kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa tersebut.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan, pembangunan dua PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan buah dari kerja panjang lintas kepemimpinan yang wajib dijaga keberlanjutannya.
“Wali kota datang dan pergi, tetapi komitmen tetap harus dijaga bersama sebagai modal pembangunan,” ujar Dedie, Rabu (22/4/2026).
Dedie menegaskan, tidak semua jenis sampah dapat masuk ke PSEL. Logam, kaca, benda mudah meledak, serta sampah dengan kadar air tinggi dilarang masuk karena langsung menekan nilai kalor dalam proses pengolahan dan berpotensi mengganggu efisiensi produksi listrik.
Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran wilayah agar aktif mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari hulu, sekaligus mendorong setiap perangkat daerah mengelola sampahnya secara mandiri.
Khusus untuk sampah organik sisa makanan, Dedie mengandalkan unit pengolahan maggot di setiap kelurahan sebagai garda terdepan sebelum sampah mencapai PSEL.
“Saya minta para lurah proaktif kepada masyarakat, melakukan inventarisasi sumber-sumber sampah, serta membangun kerja sama sehingga setiap kelurahan memiliki satu unit pengolahan maggot,” kata dia.
Dedie menyebut dua PSEL sebagai tonggak baru dalam tata kelola sampah Kota Bogor.
“Satu permasalahan besar mulai kita urai dan selesaikan, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Selanjutnya, kita perlu mempersiapkan kualitas sampah dan sumber daya manusia,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































