TIMETODAY.ID, JAKARTA — Memperhatikan asupan harian menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Infeksi Saluran Kemih. Selain terapi medis, pemilihan makanan yang tepat dapat membantu meredakan gejala seperti nyeri saat buang air kecil dan mempercepat penyembuhan.
Kondisi ini terjadi ketika bakteri berkembang di saluran kemih, memicu keluhan seperti anyang-anyangan, sensasi terbakar saat berkemih, hingga demam. Karena itu, ada sejumlah jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari agar iritasi tidak semakin parah.
Berikut daftar makanan yang perlu dibatasi selama mengalami infeksi saluran kemih:
- Makanan pedas
Hidangan dengan cita rasa pedas, seperti cabai atau sambal, dapat memperburuk iritasi pada saluran kemih. Sensasi panas saat buang air kecil pun bisa terasa lebih intens. - Makanan tinggi gula
Konsumsi makanan manis berlebihan, seperti kue atau minuman kemasan, dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Hal ini berisiko memperlambat proses penyembuhan. - Makanan asam
Buah atau makanan bercita rasa asam, seperti jeruk, nanas, dan tomat, bisa memicu rasa perih di saluran kemih. Sebagai alternatif, pilih buah dengan rasa lebih netral agar tetap nyaman. - Produk susu tinggi lemak
Olahan susu seperti keju, krim, atau susu full cream dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, terutama pada sebagian penderita. Efek ini bisa memperparah ketidaknyamanan yang sudah dirasakan. - Makanan olahan dan berpengawet
Produk seperti sosis, nugget, atau makanan kalengan mengandung bahan tambahan yang berpotensi mengiritasi tubuh. Selain itu, kandungan nutrisinya relatif lebih rendah dibandingkan makanan segar. - Minuman beralkohol
Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu fungsi ginjal. Akibatnya, proses pembuangan bakteri melalui urine menjadi kurang optimal. - Minuman berkafein
Kopi, teh, dan soda bersifat diuretik serta dapat mengiritasi saluran kemih. Ini membuat rasa nyeri saat berkemih semakin terasa dan tubuh lebih mudah kehilangan cairan.
Selama masa pemulihan, disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih agar bakteri lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. Mengonsumsi makanan segar, tinggi serat, dan bergizi juga membantu menjaga daya tahan tubuh.
Jika gejala tidak kunjung membaik atau justru memburuk, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































