TIMETODAY.ID, JAKARTA — Paus Pope Leo XIV memulai perjalanan apostoliknya ke Afrika dengan kunjungan ke Algeria. Dalam lawatan tersebut, ia tak hanya menjalankan agenda kenegaraan, tetapi juga menonjolkan pesan perdamaian dan dialog lintas agama.
Setibanya di Aljazair pada Senin (13/4/2026), Paus Leo langsung mengawali kunjungan dengan memberikan penghormatan kepada para korban Algerian War of Independence di Monumen Martir. Dalam suasana khidmat, ia mengajak semua pihak untuk mengingat pentingnya rekonsiliasi.
“Saudara-saudari Aljazair yang terkasih, semoga kedamaian menyertai Anda, assalamualaikum. Saya bersyukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan mengunjungi negara Anda,” ujar Paus dalam pidato pembukaannya.
Ia menegaskan bahwa nilai perdamaian harus menjadi fondasi bagi setiap bangsa.
“Di tempat ini, marilah kita ingat bahwa Tuhan menghendaki perdamaian bagi semua umat manusia,” lanjutnya.
Setelah agenda kenegaraan di Istana Presiden, Paus melanjutkan kunjungan ke Great Mosque of Algiers—salah satu masjid terbesar di dunia. Kedatangannya disambut Imam masjid, Mohamed Mamoun al Qasim.
Di dalam masjid, Paus Leo sejenak melakukan refleksi, menegaskan pentingnya tempat ibadah sebagai ruang spiritual sekaligus pusat pencarian makna hidup.
“Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Tempat ini adalah ruang suci, di mana banyak orang datang untuk berdoa dan mencari kehadiran Yang Maha Tinggi,” tuturnya.
Ia juga menyoroti peran masjid tidak hanya sebagai pusat keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan dan dialog kemanusiaan.
Sebagai penutup kunjungan, Paus menuliskan pesan dalam buku kehormatan:
“Semoga rahmat Tuhan menjaga rakyat Aljazair dan seluruh umat manusia dalam damai dan kebebasan.”
Kunjungan ini turut didampingi oleh George Jacob Koovakad dan Uskup Agung Aljir, Jean-Paul Vesco.
Diketahui, Masjid Agung Aljir dibangun atas inisiatif mantan Presiden Abdelaziz Bouteflika sebagai simbol Islam moderat. Dengan kapasitas hingga 120.000 jemaah dan menara setinggi 267 meter, kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat budaya dan intelektual.
Kunjungan Paus Leo XIV ke masjid tersebut menjadi simbol kuat dialog antaragama—sebuah pesan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi upaya bersama dalam menjaga perdamaian dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































