Hormuz Dibuka atau Masih Diblokade? Pernyataan Trump Jadi Sorotan

Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Fotot: AP: Alex Brandon

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian internasional setelah mengklaim telah “secara permanen” membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun media sosial Truth Social pada Rabu (15/4/2026) waktu setempat.

Dalam unggahannya, Trump bahkan menyebut langkah tersebut mendapat respons positif dari China. Ia juga mengklaim bahwa Beijing sepakat menghentikan pengiriman senjata ke Iran sebagai bagian dari “imbal balik” atas kebijakan tersebut—meski klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak China.

“China sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga—dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tulis Trump.

Advertisement

“Mereka telah setuju untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran,” tambahnya.

Baca Juga :  Polemik Trump dan Paus Leo XIV, Dari Kritik Perang hingga Isu Nuklir

Pernyataan itu muncul di tengah situasi yang justru menunjukkan hal berbeda di lapangan. Sejak awal pekan, militer AS masih memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.

Langkah ini dilakukan sebagai tekanan terhadap Teheran agar kembali membuka akses Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS, yang tidak disebutkan namanya, menegaskan bahwa kebijakan blokade tetap berjalan.

“Blokade laut ini sepenuhnya berlaku dan berhasil. Tidak ada kapal yang berhasil melewati jalur tersebut, khususnya yang terkait dengan pelabuhan Iran,” ujarnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang maksud sebenarnya dari pernyataan Trump. Hingga kini, belum jelas apakah “pembukaan” Selat Hormuz yang dimaksud berlaku untuk semua negara atau hanya untuk kepentingan tertentu, seperti China.

Baca Juga :  Logo HUT 79 RI Resmi Diluncurkan, Berikut Tema-Makna dan Filosofinya

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga menyinggung rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat.

“Presiden Xi akan memberikan pelukan hangat kepada saya ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu. Kami bekerja sama dengan sangat baik,” katanya.

Meski demikian, Gedung Putih belum memberikan penjelasan resmi terkait detail kebijakan tersebut. Sementara itu, otoritas China juga belum merespons klaim Trump.

Di tengah ketidakjelasan ini, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian global. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia, sehingga setiap kebijakan yang menyangkut aksesnya berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan geopolitik internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel