TIMETODAY.ID, JAKARTA — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance disebut-sebut kembali akan memimpin delegasi dalam upaya melanjutkan perundingan dengan Iran yang tengah memasuki fase krusial.
Laporan CNN yang mengutip pejabat AS menyebut, Vance kemungkinan kembali ditugaskan oleh Presiden Donald Trump. Ia akan didampingi utusan khusus Steve Witkoff serta penasihat senior Jared Kushner dalam delegasi tersebut.
Meski demikian, Gedung Putih belum memberikan konfirmasi resmi terkait penunjukan tersebut maupun jadwal pasti perundingan lanjutan. Pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga belum memberikan detail tambahan dan meminta agar pertanyaan diarahkan langsung ke Gedung Putih.
Di tengah ketidakpastian itu, Trump memberi sinyal kuat bahwa jalur diplomasi akan kembali dibuka dalam waktu dekat. Dalam wawancara dengan The New York Post, ia menyebut perundingan bisa dimulai kembali dalam hitungan hari.
“Anda sebaiknya tetap di sana, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan,” ujar Trump, merujuk pada kemungkinan dimulainya kembali dialog.
Trump juga menyoroti peran Pakistan sebagai mediator yang dinilai efektif mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan. Ia secara khusus memuji Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir atas upaya diplomatik yang dilakukan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan negaranya terus berupaya menjembatani perbedaan antara Washington dan Teheran. Upaya tersebut juga melibatkan negara lain seperti Turki, Arab Saudi, dan Mesir.
Sebelumnya, rangkaian diplomasi yang dimediasi Pakistan berhasil mendorong tercapainya gencatan senjata selama dua pekan sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.
Meski perundingan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan final, pejabat Pakistan menyebut suasana komunikasi tetap kondusif. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menilai peluang untuk melanjutkan dialog masih terbuka.
“Saya tidak ingin berspekulasi, tapi peluang itu ada. Kami terus mengupayakan agar pembicaraan lanjutan bisa terwujud,” ujarnya.
Dengan dinamika yang terus bergerak, arah perundingan AS-Iran kini menjadi sorotan global, terutama di tengah ketegangan kawasan yang belum sepenuhnya mereda.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































