TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sebagian orang memulai pagi dengan secangkir kopi, sementara yang lain justru langsung mencari makanan manis. Di balik kebiasaan itu, ternyata ada mekanisme tubuh yang bekerja—bukan sekadar soal selera.
Keinginan mengonsumsi gula di pagi hari kerap berkaitan dengan faktor biologis. Salah satunya dipicu oleh peningkatan hormon kortisol yang secara alami terjadi antara pukul 06.00 hingga 09.00. Hormon ini berperan membangunkan tubuh dan meningkatkan kewaspadaan setelah tidur semalaman.
Saat kadar kortisol naik, tubuh juga meningkatkan produksi gula darah melalui proses glukoneogenesis—yakni pembentukan glukosa dari sumber non-karbohidrat di hati. Kondisi ini membantu otak mendapatkan energi awal setelah berpuasa sepanjang malam.
Namun efek tersebut tidak bertahan lama. Ketika tubuh belum mendapat asupan makanan, kombinasi perut kosong dan fluktuasi hormon membuat tubuh “mencari jalan cepat” untuk energi—dan gula menjadi jawabannya.
Begitu hormon insulin mulai bekerja menurunkan kadar gula darah, sebagian orang justru merasakan lelah, mudah tersinggung, hingga sulit fokus. Dalam kondisi ini, otak kembali “meminta” asupan manis sebagai sumber energi instan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kortisol tak hanya memicu rasa lapar, tetapi turut memengaruhi persepsi rasa dan sistem penghargaan di otak. Akibatnya, makanan tinggi gula dan kalori terasa lebih menggoda—terutama saat stres tinggi atau kurang tidur.
Meski demikian, bukan berarti Anda harus sepenuhnya menghindari gula. Yang lebih penting adalah mengatur pola makan agar kadar gula darah tetap stabil sejak pagi.
Beberapa langkah sederhana bisa membantu:
- Sarapan lebih awal, idealnya 30–60 menit setelah bangun tidur, dengan kombinasi protein, lemak sehat, dan serat
- Minum kopi setelah makan, bukan saat perut kosong, agar lonjakan kortisol tidak semakin tinggi
- Cukupi kebutuhan cairan, karena dehidrasi bisa memicu rasa lapar palsu
- Seimbangkan karbohidrat, dengan tambahan protein atau lemak agar penyerapan gula lebih lambat
Dengan pola yang lebih seimbang, keinginan mengonsumsi gula berlebihan di pagi hari bisa ditekan, sekaligus menjaga energi tetap stabil hingga siang hari.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































