TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sebuah temuan terbaru mengungkap bahwa kondisi sejak lahir dapat memberi dampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif seseorang. Dua faktor yang menjadi sorotan adalah kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Berdasarkan tinjauan penelitian yang dilakukan tim dari University of Oxford, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu cenderung menghadapi tantangan dalam kemampuan belajar dan berpikir di kemudian hari. Kondisi ini dikenal sebagai kelahiran prematur.
Selain itu, bayi dengan berat badan lahir di bawah 2,5 kilogram juga ditemukan memiliki kecenderungan serupa dalam perkembangan kognitif.
Penelitian tersebut menggabungkan berbagai studi sebelumnya yang meneliti hubungan antara kondisi kelahiran dengan kemampuan intelektual, prestasi akademik, hingga kebutuhan dukungan pendidikan. Hasilnya menunjukkan adanya pola yang konsisten.
Secara rata-rata, individu yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah mencatat skor kecerdasan lebih rendah dibandingkan mereka yang lahir cukup bulan dengan berat badan normal. Selisihnya diperkirakan mencapai sekitar 10 poin IQ.
Tak hanya itu, dampak juga terlihat dalam performa akademik. Anak-anak dengan riwayat tersebut cenderung mengalami kesulitan dalam beberapa bidang dasar seperti membaca, matematika, dan mengeja. Mereka juga lebih sering membutuhkan bantuan pendidikan tambahan.
Menariknya, kesenjangan kemampuan ini paling terlihat saat masa kanak-kanak. Meski perbedaan tersebut cenderung mengecil saat memasuki usia remaja, dampaknya tidak sepenuhnya hilang dan masih dapat terdeteksi hingga dewasa.
Peneliti juga menemukan bahwa kelompok ini memiliki kemungkinan lebih rendah untuk menyelesaikan pendidikan formal.
Temuan ini menegaskan bahwa kondisi saat lahir bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif jangka panjang. Para peneliti menekankan pentingnya deteksi dini serta dukungan medis dan pendidikan berkelanjutan guna membantu anak-anak yang berisiko mencapai potensi terbaik mereka.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































