Tegang di Lebanon, Panglima TNI Minta Pasukan Hentikan Aktivitas Luar

TNI
Tegang di Lebanon, Panglima TNI Minta Pasukan Hentikan Aktivitas Luar. Foto: Puspen TNI

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Panglima TNI Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap berada di dalam bunker. Arahan itu diberikan menyusul meningkatnya eskalasi keamanan yang menyebabkan korban di kalangan pasukan penjaga perdamaian.

Instruksi tersebut disampaikan Agus saat berkomunikasi langsung melalui sambungan video dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di wilayah selatan Lebanon.

“Jaga moril prajurit, tetap lakukan pengamanan internal. Masuk ke bunker dan hentikan sementara seluruh aktivitas di luar,” ujar Agus dalam arahannya.

Advertisement

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang penuh tekanan.

“Tetap semangat dalam bertugas,” tambahnya.

Baca Juga :  Virus Nipah Mengintai, Kemenkes Perketat Skrining di Bandara dan Pelabuhan

Arahan itu langsung direspons oleh Komandan Satgas yang memastikan seluruh instruksi akan dilaksanakan.

“Siap, Panglima. Perintah akan kami jalankan,” jawab Komandan Satgas.

Situasi keamanan di wilayah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) memang tengah memanas. Tercatat, tiga prajurit TNI gugur dalam insiden sebelumnya, sementara tiga lainnya mengalami luka akibat ledakan di area penugasan.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi di fasilitas PBB di dekat El Adeisse.

“Tiga penjaga perdamaian terluka akibat ledakan, dua di antaranya dalam kondisi serius,” ujarnya.

Korban luka kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

Baca Juga :  Serangan ke Basis UNIFIL, 1 Prajurit Indonesia Gugur dan 3 Terluka

Sementara itu, tiga jenazah prajurit TNI yang gugur telah tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026). Prosesi penyambutan dilakukan dengan penghormatan militer, dan rencananya upacara penghormatan akan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Panglima TNI juga menyampaikan doa dan harapannya bagi seluruh prajurit yang masih bertugas di wilayah konflik tersebut.

“Semoga seluruh prajurit selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan diberi kekuatan dalam menjalankan tugas,” tulisnya.

Di tengah suasana duka dan ketegangan, para prajurit Indonesia tetap menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian dunia, dengan kewaspadaan tinggi dan harapan untuk kembali ke Tanah Air dengan selamat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel