Tsunami Terjang 5 Wilayah Setelah Gempa M7,6 di Bitung, Cek Lokasinya!

Bitung
Tsunami Terjang 5 Wilayah Setelah Gempa M7,6 di Bitung, Cek Lokasinya!. Foto: BMKG

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Guncangan kuat yang berasal dari gempa bermagnitudo 7,6 di wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi, tak hanya dirasakan di daratan. Di sejumlah pesisir, permukaan laut ikut bergerak, menandai munculnya gelombang tsunami meski dalam skala relatif kecil.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena tersebut melalui alat pemantau pasang surut (tide gauge) di beberapa titik.

“Hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0.30 m, Bitung pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0.20 m, Sidangoli pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0.35 m, Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m, Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

Advertisement
Baca Juga :  Gempa Berkekuatan 7,4 Guncang Vanuatu, Satu Korban Meninggal

Gempa yang memicu tsunami ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. BMKG menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat deformasi kerak bumi, dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Dampak guncangan terasa luas di berbagai daerah. Di Kota Ternate, getaran mencapai intensitas V hingga VI MMI, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, sementara sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan. Di wilayah lain seperti Manado, getaran tercatat pada skala IV–V MMI, sedangkan di beberapa daerah Gorontalo dan sekitarnya terasa lebih ringan.

Baca Juga :  Gempa M5,7 di Buol Berkedalaman 10 Km, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG juga mengingatkan adanya potensi tsunami lanjutan berdasarkan hasil pemodelan.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami dengan status siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, Minahasa Utara Bagian Selatan dan status waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, Bolaang Mongondow Bagian Selatan,” pungkasnya.

Seiring kondisi yang masih dinamis, masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap menjauhi pantai dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah. Meski tinggi gelombang relatif kecil, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi perubahan situasi dapat terjadi sewaktu-waktu.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel