Ketegangan Meningkat, Israel Rancang Zona Pertahanan di Lebanon Selatan

Israel
Israel mengincar kendali atas kawasan Lebanon selatan hingga Sungai Litani. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Ketegangan di kawasan perbatasan kembali meningkat setelah Israel mengungkap rencana operasi militer besar di selatan Lebanon. Pemerintah Israel berencana memperluas kendali wilayah hingga ke Sungai Litani sebagai bagian dari upaya membentuk zona pertahanan baru.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pertemuan dengan pimpinan militer pada Selasa (24/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa pasukan Israel Defense Forces tengah disiapkan untuk melancarkan operasi darat berskala besar.

Targetnya adalah menguasai sejumlah titik strategis, termasuk jembatan yang tersisa serta wilayah hingga Sungai Litani yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

Advertisement
Baca Juga :  Gempuran Israel ke Iran Picu Klaim Kematian Pemimpin Tertinggi dan Keluarganya

Langkah ini diperkirakan akan mencakup area yang cukup luas, hampir sepersepuluh dari total wilayah Lebanon.

Di lapangan, aktivitas militer juga mulai terlihat dengan penghancuran sejumlah jembatan di atas Sungai Litani sejak pertengahan Maret serta percepatan perobohan bangunan di desa-desa perbatasan.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah menyatakan siap menghadapi setiap upaya pendudukan. Mereka menilai rencana tersebut sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan Lebanon.

“Kita tidak punya pilihan selain menghadapi agresi ini dan mempertahankan tanah ini,” tegas anggota parlemen senior Hizbullah, Hassan Fadlallah.

Kekhawatiran juga datang dari komunitas internasional. Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, menilai pernyataan Israel tersebut sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan bagi stabilitas kawasan, khususnya bagi warga sipil di Lebanon selatan.

Baca Juga :  Listyo Sigit Tunjuk Gunawan Sad Bor Sebagai Duta Anti Judi Online, Ini Alasanya

Pemerintah Kanada turut menyampaikan kritik terhadap rencana tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kanada menegaskan bahwa kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon harus dihormati, sekaligus menyerukan penghentian serangan dan perlucutan senjata oleh Hizbullah.

Di tengah eskalasi ini, dampak kemanusiaan terus bertambah. Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa lebih dari seribu orang telah meninggal dunia sejak konflik terbaru pecah, termasuk anak-anak, perempuan, dan tenaga medis. Situasi ini mempertegas kekhawatiran bahwa konflik berpotensi meluas jika tidak segera mereda.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel