Juru Bicara Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Udara AS-Israel

Iran
Juru Bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ali Mohammad Naini. Foto: via Turkiye Today

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memanas. Terbaru, juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ali Mohammad Naini, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan, Jumat (20/3/2026) dini hari.

Kematian Naini menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang gugur dalam beberapa pekan terakhir sejak eskalasi konflik meningkat. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan tersebut sebagai aksi yang ditujukan langsung kepada struktur militer Iran.

Menariknya, insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Naini tampil di televisi nasional. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Iran masih memiliki kemampuan penuh dalam memproduksi rudal, meskipun berada dalam situasi perang.

Advertisement
Baca Juga :  Ormas se-Kabupaten Bogor Deklarasikan Damai Jaga Kabupaten Bogor

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menyebut kemampuan militer Iran telah melemah, termasuk dalam produksi rudal balistik.

Di tengah konflik, suasana di Teheran dilaporkan mencekam. Aktivitas masyarakat menurun drastis, bahkan saat perayaan Nowruz yang biasanya berlangsung meriah. Tahun ini, perayaan tersebut bertepatan dengan momentum Idul Fitri.

Gelombang serangan yang terus berlangsung disebut telah menewaskan sejumlah tokoh penting Iran. Di antaranya, Ali Khamenei yang dilaporkan tewas pada awal operasi militer, serta sejumlah pejabat lain seperti Ali Larijani dan Esmail Khatib.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Melejit, Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu Utama

Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa stabilitas negara tidak bergantung pada satu figur. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa sistem politik Iran tetap berjalan meski kehilangan sejumlah tokoh penting.

Sementara itu, perbedaan pendekatan mulai terlihat di antara sekutu. Pihak Amerika Serikat disebut lebih fokus pada penghancuran kemampuan militer strategis Iran, seperti rudal dan kekuatan laut. Di sisi lain, Israel dinilai menargetkan struktur kepemimpinan negara tersebut.

Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran global, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel