TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan terhadap fasilitas energi dan pembangkit listrik milik Iran di tengah memanasnya konflik kawasan.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul sinyal positif dari jalur diplomasi antara kedua negara. Dalam beberapa hari terakhir, komunikasi intensif disebut berlangsung dengan hasil yang dinilai cukup konstruktif.
Trump menyampaikan bahwa dialog antara perwakilan Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan yang “sangat baik dan produktif”. Karena itu, ia memutuskan memberi tambahan waktu selama lima hari sebelum menentukan langkah lanjutan.
Sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman akan menghancurkan fasilitas energi Iran dalam waktu 48 jam jika Teheran tidak membuka akses Selat Hormuz sepenuhnya. Namun, perkembangan terbaru membuat opsi militer untuk sementara ditunda.
Melalui pernyataannya, Trump mengaku ingin memberikan ruang bagi penyelesaian konflik secara damai. Ia juga telah menginstruksikan Pentagon untuk menahan rencana serangan sambil menunggu hasil pembicaraan berikutnya.
Meski demikian, penundaan ini bersifat sementara. Pemerintah AS menegaskan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada arah negosiasi yang masih berlangsung.
Langkah ini menandai adanya peluang meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, meskipun situasi tetap dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu tergantung hasil diplomasi kedua pihak.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































