TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah tengah membuka wacana pelarangan platform gim Roblox, khususnya bagi anak-anak. Namun, Asosiasi Komunitas Roblox Indonesia (AKRI) mengingatkan bahwa Roblox bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga punya potensi besar di bidang edukasi dan kreativitas.
Co-Founder AKRI, Lilik Adi Ribowo, mengakui Roblox bisa berdampak negatif jika tanpa pengawasan. Meski begitu, ia menegaskan platform tersebut sudah memiliki batasan usia yang diatur secara internal.
“Kami percaya bahwa pendekatan yang lebih efektif bukanlah pemblokiran, melainkan melalui edukasi, regulasi yang jelas, dan kolaborasi antara komunitas, pembuat konten, orang tua, serta pemerintah,” ujar Lilik, dikutip dari detik.com, Sabtu (9/8/2025).
Lilik menekankan Roblox adalah sebuah platform, bukan satu gim tunggal, dan di dalamnya siapa saja bisa membuat serta memainkan berbagai konten, mulai dari gim, pengalaman edukatif, hingga karya profesional. Menurutnya, peluang itu bisa menjadi jalan bagi generasi muda Indonesia untuk unjuk prestasi di kancah global.
“Sebaliknya, kami justru melihat Roblox sebagai kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk berprestasi di kancah internasional. Banyak kreator dan developer lokal yang telah menghasilkan karya berkualitas, memperoleh penghasilan, bahkan menjuarai kompetisi global,” jelasnya.
AKRI, kata Lilik, sudah bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara, termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan, untuk mengembangkan gim edukatif berbasis Roblox. Ia juga menegaskan pentingnya regulasi yang cerdas, peran orang tua, serta literasi digital agar konten negatif bisa dihindari.
“Kami sangat mendukung adanya regulasi untuk menjaga keamanan anak-anak di platform digital, namun upaya tersebut sebaiknya dilakukan secara cerdas dan proporsional,” tambahnya.
Selain itu, AKRI disebut rutin berkomunikasi dengan pihak Roblox global untuk menyuarakan aspirasi komunitas Indonesia. Lilik bahkan menyebut ada talenta asal Indonesia yang kini bekerja di Roblox, membuktikan peran aktif bangsa ini di ekosistem kreator dunia.
Di sisi pemerintah, Mendikdasmen Abdul Mu’ti sempat menyerukan larangan siswa bermain Roblox karena dinilai mengandung kekerasan. Namun, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memastikan belum ada keputusan resmi soal pemblokiran.
“Belum ada rencana, nggak ada, belum ada rencana sampai nanti ada kita lihat, kita evaluasi. Kan ada Dirjen Pengawasan Ruang Digital yang terus memantau,” ujar Meutya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8/2025).***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































