
TIMETODAY.ID, TEHERAN– Delapan hari berlalu, nasib tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Selat Hormuz masih misteri. Sementara penyebab ledakan yang menenggelamkan kapal tugboat Musaffah 2 pada 6 Maret 2026 pun masih dalam peyelidikan.
Pelaksana tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heny Hamidah mengakui hal tersebut dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
“Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat mengenai penyebab ledakan,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com
Insiden terjadi tepat di tengah eskalasi militer kawasan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan menargetkan sejumlah aset militer AS di Timur Tengah. Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, sempat terganggu dan memicu lonjakan harga minyak global.
Satu WNI korban insiden masih dirawat di rumah sakit di Oman. Tiga lainnya belum ditemukan. Heny menyatakan operasi pencarian berjalan tanpa henti 24 jam penuh.
“Mereka tidak akan berhenti sampai otoritas setempat menyatakan pencarian dihentikan,” katanya.
Di tengah ketidakpastian itu, pemerintah terus mengakselerasi evakuasi WNI dari Iran. Sebanyak 32 WNI telah dipulangkan pada 10 Maret. Pada tahap kedua, 20 WNI dijadwalkan tiba di Jakarta hari ini, disusul 14 orang pada Sabtu (14/3/2026).
Kedutaan Besar RI di Teheran masih melakukan asesmen terhadap situasi keamanan dan kondisi WNI yang tersisa di Iran. Langkah evakuasi selanjutnya akan bergantung pada perkembangan situasi lapangan serta kesiapan para WNI di wilayah terdampak.







































