Antara Ancaman dan Diplomasi, Trump Gerakkan Kapal Perang AS ke Iran

Trump
Kapal perang AS. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa kapal-kapal perang AS sedang bergerak mendekati wilayah Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump tanpa penjelasan rinci mengenai apakah ancaman operasi militer yang ia lontarkan pekan lalu benar-benar akan diwujudkan.

Trump menegaskan bahwa pengerahan armada tempur tersebut bersifat antisipatif. Menurutnya, langkah itu diambil semata-mata untuk berjaga-jaga di tengah situasi yang belum menentu.

“Anda tahu, kita memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar menuju ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (23/1/2025).

Advertisement

Meski menyatakan lebih memilih stabilitas, Trump tak sepenuhnya menepis kemungkinan terjadinya eskalasi. Ia menyampaikan peringatan bernada ancaman bahwa situasi bisa berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Sri Mulyani Tanggapi Penjarahan, Mari Bangun Indonesia Tanpa Anarki

“Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang melanda Iran dan berujung kerusuhan.

Aksi protes yang telah berlangsung sejak 28 Desember 2025 itu dipicu oleh kondisi ekonomi yang memburuk, diperparah dengan anjloknya nilai tukar mata uang rial. Demonstrasi dilaporkan menelan ribuan korban jiwa.

Gelombang protes awalnya dipicu oleh aksi mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran. Namun dalam waktu singkat, aksi tersebut menyebar ke berbagai kota besar dan berubah menjadi kerusuhan yang meluas.

Di tengah situasi tersebut, Trump menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Ia mengungkapkan Iran menunjukkan ketertarikan untuk bernegosiasi dan Amerika Serikat siap meresponsnya.

Baca Juga :  Konflik Israel-Iran: Rusia Minta AS Jangan Memperburuk Keadaan

“Iran memang ingin bicara, dan kita akan berbicara,” kata Trump dalam pidatonya saat penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga melontarkan penilaian keras terhadap peran Iran di kawasan Timur Tengah. Namun, ia mengklaim situasi kini telah berubah.

“Mereka adalah pembuat onar di Timur Tengah. Mereka bukan lagi pembuat onar di Timur Tengah,” kata Trump.

Pernyataan Trump tersebut menambah daftar sinyal campuran dari Washington—antara ancaman militer, kewaspadaan strategis, dan pintu diplomasi yang disebut masih terbuka—di tengah krisis Iran yang terus menjadi sorotan dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel