TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menjelang akhir pekan, pergerakan pasar valuta asing memberi sedikit ruang napas bagi rupiah. Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan pagi ini, sementara rupiah perlahan menunjukkan tenaga untuk menahan laju penguatan mata uang Paman Sam agar tak kembali menembus level Rp 17.000.
Pantauan pada Jumat pagi (23/1/2026) menunjukkan dolar AS bergerak di kisaran Rp 16.800-an. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.05 WIB, dolar AS berada di level Rp 16.847. Posisi tersebut melemah 49 poin atau sekitar 0,29% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sejak pembukaan perdagangan, dolar AS sudah menunjukkan kecenderungan melemah. Mata uang tersebut dibuka di level Rp 16.853, lalu bergerak dalam rentang sempit dengan level tertinggi Rp 16.857 dan terendah Rp 16.843.
Pergerakan pagi ini menandai jarak yang kian menjauh dari level Rp 16.900, yang sempat disentuh pada perdagangan sebelumnya. Padahal, pada penutupan perdagangan kemarin, dolar AS masih berada di level Rp 16.936.
Penguatan terbatas rupiah ini memberi sinyal stabilisasi di pasar, meski tekanan global masih membayangi. Dengan volatilitas yang tetap tinggi, pelaku pasar kini mencermati apakah tren pelemahan dolar AS ini akan berlanjut atau sekadar menjadi jeda sementara sebelum pergerakan berikutnya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































