Jelang Haji 2026, Prabowo Minta Skenario Darurat untuk Lindungi Jemaah Indonesia

haji 2026
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Istimewa

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Fokus utama yang ditekankan adalah keselamatan jemaah Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan hal tersebut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Selasa (10/3/2026) malam.

Menurut Dahnil, Presiden meminta kementerian terkait menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan perlindungan jemaah haji Indonesia sebelum keberangkatan dimulai.

Advertisement

“Pesan Presiden jelas, fokus utamanya adalah keselamatan jemaah haji. Karena itu kami diminta menyiapkan berbagai skenario,” kata Dahnil, Rabu (11/3/2026).

Persiapan tersebut menjadi penting mengingat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Di sisi lain, keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026.

Baca Juga :  Atap Stadion Gelora Pakansari Rusak Diterpa Angin Kencang

Dahnil menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan skenario untuk berbagai kemungkinan, baik jika konflik meningkat maupun apabila situasi mereda. Pembahasan terkait langkah-langkah tersebut juga akan dilakukan bersama DPR.

Ia menambahkan, semua opsi harus dipertimbangkan dengan matang, terutama jika kondisi keamanan berpotensi membahayakan jemaah Indonesia.

“Semua kondisi harus disiapkan skenarionya. Orientasinya tetap sama, yaitu keselamatan jemaah. Kami akan membahasnya bersama DPR, termasuk jika konflik meningkat atau justru mereda,” ujarnya.

Baca Juga :  Blokade Laut Memanas, Tiga Kapal Iran Dipaksa Putar Balik oleh AS

Terkait kemungkinan pemberangkatan haji tetap dilaksanakan atau ditunda, Dahnil menegaskan keputusan akhir akan diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan situasi keamanan global.

Ia menegaskan, Presiden akan memantau kondisi secara langsung sebelum keputusan final ditetapkan.

“Keputusan terkait penyelenggaraan haji tentu akan mempertimbangkan banyak hal. Namun yang paling utama adalah keselamatan jemaah,” kata Dahnil.

Pemerintah pun berharap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat segera mereda sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar seperti yang direncanakan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel