Chinamaxxing, Tren Gaya Hidup “Jadi China” yang Ramai di Kalangan Gen-Z

Chinamaxxing
ilustrasi Chinamaxxing. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Istilah “Chinamaxxing” belakangan ramai dibicarakan di media sosial, khususnya di kalangan Gen-Z di Barat. Tren ini viral sejak awal 2026 di platform seperti TikTok dan memicu perdebatan tentang batas antara apresiasi budaya dan penyederhanaan tradisi yang kompleks.

Apa Itu Chinamaxxing?

“Chinamaxxing” adalah tren media sosial yang menggambarkan upaya seseorang untuk mengadopsi kebiasaan atau gaya hidup yang diasosiasikan dengan budaya China. Tren ini banyak dilakukan oleh pengguna internet non-Tionghoa, terutama di negara Barat.

Beberapa kebiasaan yang sering ditampilkan dalam tren ini antara lain:

Advertisement
  • Minum air hangat secara rutin
  • Menggunakan sandal rumah di dalam ruangan
  • Mengonsumsi obat tradisional China
  • Membeli berbagai produk buatan China
  • Berlatih Tai Chi

Tren ini biasanya ditampilkan dalam bentuk video gaya hidup yang menunjukkan rutinitas sehari-hari yang dianggap “lebih China”.

Baca Juga :  Disdik Kabupaten Bogor Pangkas Jam Belajar, Utamakan Ibadah Selama Ramadan

Asal Mula Tren

Tren Chinamaxxing disebut mulai viral setelah unggahan pengguna X @girl__virus pada April 2025 yang menulis, “Kau bertemu denganku di saat yang sangat China dalam hidupku.” Kalimat ini merupakan parodi dari dialog terkenal dalam film Fight Club.

Popularitas tren ini juga didorong oleh kreator konten TikTok China-Amerika, Sherry Zhu, yang mempopulerkan konsep “Chinese-baddie” melalui konten gaya hidup.

Analisis Para Ahli

Menurut akademisi Zhang Xinzhi dari City University of Hong Kong, fenomena ini berkaitan dengan meningkatnya soft power budaya China dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menilai tren tersebut menampilkan sisi kehidupan sehari-hari masyarakat China secara lebih “akar rumput”, seperti rutinitas sederhana dan kebiasaan kecil yang jarang disorot sebelumnya.

Baca Juga :  Fakta di Balik Video Viral: Mayor Teddy Hormat ke Mantan Komandan, Bukan Aguan

Sementara itu, konsultan kamus di Oxford English Dictionary, Lisa Lim, menjelaskan bahwa akhiran “-maxxing” merupakan slang internet yang berarti mengoptimalkan suatu aspek kehidupan secara ekstrem. Istilah ini terinspirasi dari pola kata seperti “doxxing” dan kini bisa ditempelkan pada hampir semua topik.

Antara Apresiasi dan Kontroversi

Meski dianggap menarik, tren Chinamaxxing juga memicu perdebatan. Sebagian orang melihatnya sebagai bentuk ketertarikan terhadap budaya China, sementara yang lain menilai tren ini berpotensi menyederhanakan tradisi yang kompleks menjadi simbol yang dangkal demi konten viral.

Perdebatan ini menunjukkan bagaimana budaya populer di internet dapat membentuk persepsi global terhadap suatu negara, terutama di era media sosial.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel