Berita Konflik Global Bisa Ganggu Mental, Ini Penjelasan Psikolog UGM

konflik
ilustrasi membaca berita . Foot: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah derasnya arus informasi global, kabar tentang perang dan konflik kian mudah dijumpai setiap hari. Dari media massa hingga media sosial, masyarakat terus menerima berbagai laporan tentang kekerasan, kehancuran, dan ketegangan geopolitik. Paparan yang berulang ini tidak hanya memberi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Menurut psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada, Pamela Andari Priyudha, konsumsi berita yang berisi konten mengkhawatirkan secara terus-menerus dapat memicu tekanan psikologis yang bersifat kronis dan bahkan kolektif.

“Ketika orang merasa tidak berdaya, mereka mungkin mengalami ketidakberdayaan yang dipelajari, suatu kondisi di mana individu merasa tidak mampu mengubah situasi mereka meskipun ada peluang untuk melakukannya. Ini berbahaya karena dapat menyebabkan apatis kolektif, frustrasi, dan depresi,” ujar Pamela.

Advertisement

Ia menjelaskan, paparan berita perang dapat meningkatkan kecemasan karena tubuh terus berada dalam kondisi siaga tinggi. Dalam kondisi tersebut, sistem alarm alami tubuh dapat menjadi tidak adaptif apabila berlangsung dalam waktu lama tanpa pengelolaan yang baik.

Beberapa kelompok dinilai lebih rentan mengalami dampak psikologis dari paparan berita konflik. Di antaranya adalah orang tua, remaja, hingga dewasa muda yang aktif di media sosial. Selain itu, individu dengan literasi digital rendah atau yang kesulitan mengakses sumber informasi tepercaya juga berisiko lebih besar terpengaruh secara emosional.

Baca Juga :  Purbaya Ungkap Strategi Jaga Ekonomi RI Hadapi Gejolak Perang AS-Iran

Pamela menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dengan lebih kritis. Kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan memahami informasi dinilai penting di tengah derasnya arus berita di ruang digital.

Ia menilai banyak orang sering kali langsung menarik kesimpulan hanya dari judul berita atau potongan komentar di media sosial, tanpa memahami konteks secara utuh. Padahal, media sosial tidak selalu menyajikan informasi yang akurat dan dapat memengaruhi cara pandang publik terhadap suatu peristiwa.

Cara menjaga kesehatan mental dari paparan berita perang

Meski berita konflik global sulit dihindari, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya adalah mengenali pemicu emosi pribadi.

Setiap orang memiliki respons berbeda terhadap jenis informasi tertentu. Dengan memahami topik yang paling memicu kecemasan, seseorang dapat mulai membatasi paparan terhadap konten yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologisnya.

Baca Juga :  Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025 Digelar Hari Ini, Berikut Lokasi Panggung, Rute, dan Kantong Parkir

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah memilih membaca berita dalam bentuk teks dibandingkan menonton video. Informasi dalam bentuk tulisan dinilai lebih aman secara emosional karena tidak menampilkan gambar atau visual yang dapat memperkuat dampak psikologis.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk memperhatikan sumber informasi. Mengonsumsi berita dari media kredibel yang menyajikan berbagai sudut pandang dapat membantu mencegah kesalahpahaman atau persepsi yang tidak utuh.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, menjaga optimisme juga menjadi hal penting. Aktivitas seperti berinteraksi sosial, berolahraga, menjalani praktik spiritual, atau menekuni hobi kreatif dapat membantu menjaga keseimbangan emosi.

Terakhir, mengambil tindakan positif juga dapat mengurangi rasa tidak berdaya. Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang bergerak di isu kemanusiaan dapat memberi rasa kontribusi dan pemberdayaan diri.

Dengan memahami dampak psikologis dari paparan berita perang dan mengelola konsumsi informasi secara bijak, masyarakat tetap dapat mengikuti perkembangan dunia tanpa harus terbebani secara emosional. Menjaga keseimbangan antara kebutuhan informasi dan kesehatan mental menjadi kunci agar tetap tangguh menghadapi dinamika global.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel