Sering Isi BBM Sedikit-Sedikit? Ini Dampaknya untuk Mobil dalam Jangka Panjang

BBM
Sering isi BBM sedikit-sedikit? Kebiasaan ini ternyata bisa berdampak pada sistem bahan bakar mobil dalam jangka panjang. Simak penjelasannya! Ilustrasi mengisi BBM (pexels.com/Engin Akyurt)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Sebagian pemilik mobil memilih mengisi bahan bakar dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Alasannya beragam, mulai dari mengatur pengeluaran harian hingga merasa kendaraan lebih ringan saat tangki tidak penuh.

Sekilas kebiasaan ini tampak aman. Namun dalam jangka panjang, pola pengisian BBM yang terlalu sering dalam kondisi tangki hampir kosong bisa berdampak pada sistem bahan bakar kendaraan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Advertisement

1. Endapan di Tangki Lebih Mudah Tersedot

Tangki bahan bakar tidak sepenuhnya steril dari kotoran atau partikel halus. Saat level BBM sering berada di titik rendah, pompa berisiko menyedot endapan tersebut lebih sering.

Akibatnya, filter bahan bakar harus bekerja ekstra untuk menyaring kotoran. Jika dibiarkan, potensi penyumbatan bisa memengaruhi suplai bahan bakar ke mesin dan menurunkan performa kendaraan.

Baca Juga :  Changan Lumin Jadi Favorit Wanita, Desain Imut Jadi Daya Tarik Utama

2. Pompa Bahan Bakar Bekerja Lebih Berat

Pada mobil modern, pompa bahan bakar umumnya berada di dalam tangki dan terendam bensin. Bahan bakar ini berfungsi membantu mendinginkan pompa saat bekerja.

Jika mobil kerap digunakan dengan tangki hampir kosong, pompa tidak mendapatkan pendinginan optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan dan memperpendek usia pakai komponen tersebut.

3. Risiko Kondensasi dalam Tangki

Tangki yang sering berada dalam kondisi setengah kosong memberi ruang lebih besar bagi udara di dalamnya. Perubahan suhu dapat memicu kondensasi atau pengembunan.

Air hasil kondensasi yang bercampur dengan bahan bakar dapat mengganggu proses pembakaran. Meski jumlahnya tidak selalu besar, efeknya bisa terasa pada efisiensi dan respons mesin.

4. Efisiensi Waktu dan Biaya Tidak Selalu Tercapai

Mengisi BBM sedikit demi sedikit memang terasa lebih ringan secara nominal. Namun jika dihitung dari frekuensi kunjungan ke SPBU dan waktu yang terbuang, kebiasaan ini belum tentu lebih efisien.

Baca Juga :  Kemenangan Manis di Jepang, Bagnaia Panaskan Persaingan Runner-up MotoGP 2025

Selain itu, berkendara dengan indikator BBM mendekati kosong meningkatkan risiko mogok jika lupa mengisi ulang tepat waktu.

5. Menjaga Level BBM Lebih Ideal

Tidak berarti tangki harus selalu penuh. Namun menjaga level bahan bakar tidak terlalu rendah misalnya mengisi saat indikator menyentuh seperempat tangki sering dianggap lebih aman untuk menjaga sistem tetap optimal.

Kebiasaan kecil dalam penggunaan mobil memang terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang. Mengatur pola pengisian bahan bakar dengan lebih bijak dapat membantu menjaga performa kendaraan sekaligus meminimalkan risiko masalah teknis yang tidak perlu. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel