Kenali Penyebab Badan Ngilu Disertai Pusing dan Langkah Mudah Meredakannya

Badan ngilu
ilustrasi Badan ngilu disertai kepala pusing. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Badan ngilu disertai kepala pusing menjadi keluhan yang sering dialami banyak orang Indonesia, terutama setelah melakukan aktivitas berat, kurang tidur, atau saat perubahan cuaca terjadi.

Meski kerap dianggap sepele dan disamakan dengan masuk angin, kombinasi keluhan ini bisa menjadi tanda berbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hingga berpotensi serius.

Badan ngilu biasanya digambarkan sebagai rasa nyeri dan kaku pada otot yang membuat tubuh terasa tidak nyaman. Kondisi ini sering muncul bersamaan dengan kepala pusing sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Advertisement

Penyebab paling umum badan ngilu kepala pusing adalah infeksi virus atau bakteri, seperti flu, COVID-19, DBD, maupun tipes. Ketika virus atau bakteri masuk ke tubuh, sistem kekebalan bekerja keras melawan infeksi, memicu peradangan yang menimbulkan nyeri otot dan pusing. Selain itu, infeksi juga dapat menimbulkan demam tinggi, batuk, hidung tersumbat, atau sakit kepala.

Kurang tidur juga menjadi pemicu. Tubuh membutuhkan tidur untuk memperbaiki otot dan jaringan. Jika tidur tidak nyenyak atau durasinya terlalu singkat, kemampuan tubuh memulihkan diri menurun sehingga daya tahan tubuh melemah dan badan mudah terasa ngilu disertai pusing.

Baca Juga :  Buah Naga untuk Kesehatan Tubuh, Tips dari Dokter untuk Menjaga Kekebalan dan Kulit

Dehidrasi juga dapat menyebabkan keluhan serupa. Kekurangan cairan, baik karena kurang minum, berkeringat berlebihan, atau diare, membuat darah lebih kental sehingga aliran oksigen ke otot dan otak berkurang. Akibatnya, tubuh menjadi lemas dan muncul nyeri otot serta pusing. Pada kasus dehidrasi berat, gejala serius seperti jantung berdebar, tekanan darah rendah, napas cepat, hingga penurunan kesadaran dapat terjadi.

Stres dan kelelahan, baik fisik maupun mental, juga memengaruhi kondisi ini. Tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang membuat otot tegang dan aliran darah ke otak terganggu, sehingga timbul rasa ngilu dan pusing. Kondisi ini bisa diperparah jika kualitas tidur menurun.

Selain itu, efek samping obat-obatan seperti antihistamin, obat tekanan darah, antibiotik, atau obat penenang dapat menimbulkan badan ngilu kepala pusing. Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan gula darah serta menimbulkan kantuk berat. Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan konsumsi.

Dalam beberapa kasus, badan ngilu kepala pusing juga bisa menjadi tanda penyakit serius, seperti meningitis, gangguan saraf, atau penyakit autoimun. Gejala tambahan seperti nyeri kepala hebat, leher kaku, gangguan bicara, penurunan kesadaran, atau ruam luas menandakan perlunya penanganan medis segera.

Baca Juga :  Jadwal Timnas Putri Indonesia vs Thailand: Kick-Off Misi Lolos Grup

Untuk meredakan badan ngilu kepala pusing, langkah sederhana di rumah bisa dilakukan, antara lain:

  • Istirahat cukup, dengan tidur 7–8 jam dan mengurangi aktivitas berat sementara waktu.
  • Perbanyak minum air putih, setidaknya 2 liter per hari, untuk memastikan aliran darah dan oksigen ke otot dan otak tetap lancar.
  • Kompres hangat, untuk melemaskan otot tegang dan mengurangi peradangan, dilakukan beberapa kali sehari selama 10–15 menit.
  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan.

Selain itu, pencegahan jangka panjang juga penting, misalnya dengan mengelola stres, menjaga pola makan sehat, rutin olahraga, menjaga kebersihan diri, dan menghindari kontak dengan orang sakit saat daya tahan tubuh menurun.

Jika keluhan tidak membaik atau disertai gejala serius seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, nyeri kepala berat, leher kaku, badan semakin lemas, muntah terus-menerus, muncul ruam merah, atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan dini akan membantu memastikan penyebab dan mengurangi risiko komplikasi.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel