Serangan KKB di Nabire Tewaskan Prajurit TNI dan Petugas Keamanan Tambang

Nabire
Korban Jiwa Serangan KKB di Nabire Melibatkan Anggota TNI dan Warga Sipil. Foto: Ist

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana tenang di kawasan tambang emas Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berubah mencekam ketika kelompok bersenjata menyerang pos keamanan perusahaan tambang PT Kristalin. Serangan brutal itu menewaskan dua orang, termasuk seorang prajurit TNI.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Aibon Kogoya disebut menyerang pos keamanan hingga menyebabkan korban jiwa.

“KKB melakukan penyerangan ke pos milik PT Kristalin yang bergerak di penambangan emas hingga menyebabkan dua orang meninggal dengan cara dibakar,” kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.

Advertisement

Salah satu korban diketahui bernama Serda Hamdani, prajurit TNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang bertugas sebagai anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih. Korban lain adalah warga sipil, Aksay Sandika Moho, petugas keamanan perusahaan tambang tersebut.

Baca Juga :  Apa itu Amfetamin? Narkoba yang Dikonsumsi Sopir Kontainer Maut Tangerang

Serda Hamdani telah menjalankan tugas di Papua sejak 2024. Sebelumnya, ia pernah berdinas di Batalyon 726 Bone serta bertugas sebagai Babinsa di Kabupaten Soppeng. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil.

Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian terakhirnya, almarhum direncanakan dimakamkan secara militer di kampung halamannya.

Aparat keamanan bersenjata lengkap segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengamankan area serangan. Pos yang menjadi sasaran diketahui merupakan Pos Kamtibmas yang berada di jalur akses menuju area pertambangan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kelompok penyerang diduga lebih dahulu mengintai lokasi sebelum melancarkan aksi. Mereka menembaki kendaraan operasional perusahaan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter, lalu membakar pos penjagaan.

Baca Juga :  Muhammad Risky Siap Bawa HMI Cabang Bogor Lebih Progresif

Petugas menemukan satu unit kendaraan perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan di bagian depan. Setelah melakukan penembakan, pelaku dilaporkan membakar lokasi dan membunuh korban di tempat kejadian.

Selain menimbulkan korban jiwa, kelompok penyerang juga membawa kabur sejumlah inventaris keamanan, di antaranya satu pucuk pistol jenis G2 Combat, magazen, serta 10 butir amunisi kaliber 9 milimeter.

Insiden ini kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, sekaligus menjadi pengingat bahwa situasi keamanan di kawasan pertambangan dan daerah terpencil masih menghadapi ancaman serius dari kelompok bersenjata.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel