TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Jepang berencana memperketat aturan keselamatan penerbangan dengan melarang penggunaan powerbank di dalam kabin pesawat mulai musim semi 2026. Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko kebakaran akibat baterai litium-ion selama penerbangan.
Dilaporkan media nasional NHK, aturan baru tersebut akan berlaku bagi seluruh penerbangan domestik di Jepang. Penumpang nantinya tidak lagi diperbolehkan menggunakan pengisi daya portabel selama berada di pesawat.
Selain pembatasan penggunaan, pemerintah juga memperketat ketentuan barang bawaan kabin. Penumpang hanya diizinkan membawa maksimal dua unit powerbank dengan kapasitas baterai tidak lebih dari 160Wh. Perangkat dengan kapasitas di atas batas tersebut dilarang sepenuhnya masuk ke kabin.
Seperti regulasi sebelumnya, seluruh baterai litium-ion tetap tidak boleh disimpan di bagasi terdaftar (checked baggage) karena berisiko memicu panas berlebih hingga kebakaran.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pedoman keselamatan baru dalam Undang-Undang Penerbangan Sipil Jepang. Otoritas penerbangan menilai baterai litium-ion yang mengalami cacat produksi memiliki potensi overheating yang dapat berujung pada insiden serius di udara.
Kementerian Transportasi Jepang dijadwalkan mulai memberlakukan aturan tersebut pada April 2026. Tidak hanya melarang penggunaan powerbank pribadi, penumpang juga tidak diperbolehkan mengisi daya perangkat berbasis baterai litium-ion menggunakan stopkontak yang tersedia di kursi pesawat.
Urgensi kebijakan ini didukung data dari Institut Teknologi Nasional Jepang yang mencatat 123 insiden terkait baterai ponsel sepanjang 2024, meningkat tajam hingga 160 persen dibandingkan 47 kasus pada 2020.
Langkah Jepang mencerminkan tren global dalam meningkatkan standar keselamatan penerbangan. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) saat ini juga tengah membahas kemungkinan perubahan regulasi internasional terkait penggunaan powerbank di pesawat.
Sebelumnya, maskapai Air Busan dari Korea Selatan lebih dulu melarang penyimpanan powerbank di kompartemen bagasi atas setelah insiden kebakaran yang menghancurkan salah satu armadanya di landasan pacu akibat ledakan baterai portabel.
Dengan meningkatnya mobilitas udara dan ketergantungan pada perangkat elektronik, regulasi baru ini menjadi upaya otoritas penerbangan memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































