
TIMETODAY.ID, BOGOR – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan 1.030 peserta di kawasan Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini mengungkap persoalan serius pengelolaan sampah kota yang produksinya mencapai 1.000 ton per hari, namun baru 30 persen yang dapat diolah.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengakui, infrastruktur pengelolaan sampah yang tersedia masih belum memadai. Pemkot Bogor saat ini memiliki 30 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan 170 bank sampah.
“Timbunan sampah Kota Bogor per hari mencapai 1.000 ton dan yang bisa diolah kurang lebih sekitar 30 sampai 35 persen,” kata Dedie.
Hanif mendorong kepala daerah untuk aktif melaksanakan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, dan unsur lainnya. Ia menilai koordinasi Kota Bogor dengan Forkopimda dalam kegiatan ini cukup baik.
“Dengan koordinasi yang mendesak, Kota Bogor hadir lengkap bersama Forkopimda,” ujar Hanif.
Dedie menegaskan, pihaknya terus berupaya menyelesaikan masalah sampah dari hulu ke hilir.
“Kami tetap menginginkan kebersihan menjadi gerakan masyarakat. Semua memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan berkontribusi menjaga kebersihan,” katanya.
Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, Pemkot Bogor juga melakukan aksi serupa di wilayah Surya Kencana. Dedie menilai kondisi kawasan tersebut kini lebih terkendali dan bersih.




































