
TIMETODAY.ID, BOGOR – Ancaman ledakan kabel tegangan tinggi memaksa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menghentikan sementara perbaikan lubang di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Potensi bahaya ini muncul setelah ditemukannya tujuh kabel bertegangan tinggi yang tertanam tepat di bawah lokasi kerusakan jalan.
Penilik PPK 5.2 Kementerian PUPR, Ivan Beni mengatakan, kabel-kabel tersebut berada di kedalaman dua hingga tiga meter dengan tegangan masing-masing mencapai 150 kilowatt-hour (kWh). Melanjutkan pengerjaan dinilai sangat berisiko karena kabel berpotensi meledak dan membakar peralatan konstruksi jika terkena dampak aktivitas fisik.
“Tidak hanya bagi kami pekerjanya, tetapi juga pengguna jalan yang lain. Kemungkinan terburuknya itu meledak sampai bisa membakar alat,” kata Ivan, Senin (16/2/2026).
Ivan menyebutkan, salah satu dari tujuh kabel tersebut bahkan terhubung langsung ke Istana Kepresidenan. Kondisi ini membuat pihaknya harus ekstra hati-hati dalam menentukan langkah perbaikan.
“Kabel tersebut ada di kedalaman dua sampai tiga meter. Salah satu kabelnya mengarah langsung ke Istana. Jadi sementara tidak bisa melanjutkan pengerjaan,” jelasnya.
Kementerian PUPR kini menunggu hasil kajian teknis dari PLN untuk menentukan langkah selanjutnya. Terdapat dua opsi yang tengah dipertimbangkan, yakni relokasi kabel atau pemutusan aliran listrik sementara.
“PLN masih belum bisa memutuskan apakah akan direlokasi atau diputus sementara,” ujarnya.
Meski demikian, Ivan memberikan garansi perbaikan akan segera dilanjutkan begitu rekomendasi resmi dari PLN keluar. Seluruh proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan sebelum hari raya.
Kerusakan jalan tersebut diidentifikasi berasal dari rusaknya pipa beton gorong-gorong yang tersambung dari Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Aliran air yang deras mengakibatkan erosi tanah sehingga lapisan jalan di atasnya tidak mampu menahan beban kendaraan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































