TIMETODAY.ID, BOGOR – Jalan Sholeh Iskandar atau yang dikenal sebagai Jalan Baru, Kota Bogor, tercatat sebagai salah satu jalur paling rawan kecelakaan. Hingga pertengahan Juni 2025, Satlantas Polresta Bogor Kota mencatat sebanyak 58 kasus kecelakaan telah terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Simpang BOR menuju Parung itu.
“Dari Januari hingga pertengahan Juni 2025, ada 58 kasus yang kami catat,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, AKP Santi Marintan, Kamis (19/6/2025).
Kecelakaan yang terjadi mulai dari insiden ringan, kecelakaan tunggal, hingga kasus fatal yang merenggut nyawa. Salah satu insiden paling tragis terjadi pada 19 Januari 2025, ketika dua sepeda motor bertabrakan di dekat SPBU Shell. Satu pengendara tewas, tiga lainnya mengalami luka-luka. Polisi menyebut kedua kendaraan melawan arus untuk menghindari kemacetan.
Pada 23 April 2025, seorang pengendara motor menabrak pembatas jalan di dekat Depo Bangunan karena diduga mengalami microsleep. Keesokan harinya, kecelakaan kembali terjadi di depan proyek RS Mulia II.
Sepeda motor yang dikendarai kakak-beradik menabrak truk yang parkir di badan jalan. Sang kakak yang masih duduk di bangku SMA tewas di tempat, sementara sang adik mengalami luka ringan.
“Ketika melintas, diduga pengendara oleng ke kiri dan menabrak bagian kanan belakang truk yang parkir,” jelas Santi.
Kecelakaan terus berlanjut. Pada 14 Juni, dua perempuan pengendara Honda Spacy ditabrak Toyota Innova saat memutar arah usai keluar dari restoran Mie Gacoan.
Empat hari berselang, seorang pengendara Yamaha X-Ride menabrak trotoar di dekat tambal ban karena diduga kembali mengalami microsleep. Korban kini dirawat di RS PMI Kota Bogor.
Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono, menyatakan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan mengenai pola kecelakaan di ruas tersebut.
“Saya kan baru beberapa bulan (menjabat), jadi masih harus komunikasi dulu dengan instansi terkait dan Kanit Laka,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pembatasan kecepatan dan penambahan rambu, ia menyebut akan menjadi bahan evaluasi.
Sementara itu, warga sekitar mengaku insiden kecelakaan sudah menjadi pemandangan biasa.
“Sering kejadian. Banyak yang keluar langsung putar arah tanpa lihat kiri-kanan,” kata Popo, pedagang kaki lima di lokasi.
Ia juga menyoroti laju kendaraan yang tinggi dan minimnya pengawasan di sepanjang jalur tersebut.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































