TIMETODAY.ID, JAKARTA — Jagat otomotif China tengah diramaikan kasus hukum yang menjerat seorang kreator konten otomotif. Influencer tersebut harus menghadapi persidangan setelah video uji tabrak yang menampilkan duel dua mobil listrik, Xiaomi SU7 dan Zeekr 007, memicu polemik serius.
Dikutip Carnewschina, pengadilan China mulai menggelar sidang terhadap kreator tersebut atas dugaan merusak citra produk otomotif. Konten yang diunggahnya menampilkan uji tabrak langsung antara dua kendaraan listrik yang saat ini tengah menjadi sorotan pasar otomotif negeri Tirai Bambu.
Dalam dakwaannya, jaksa menilai tindakan sang influencer tidak sekadar membuat konten biasa. Ia diduga dengan sengaja mengatur serta merekam simulasi tabrakan antara Xiaomi SU7 dan Zeekr 007 dalam periode 22 Juli hingga 12 Agustus 2024. Penyidik mencurigai adanya manipulasi dalam proses pengujian.
Jaksa penuntut menyatakan, antara tanggal 22 Juli sampai 12 Agustus 2024, influencer tersebut mengatur dan merekam uji tabrakan langsung antara mobil Xiaomi SU7 dan Zeekr 007. Penyidik menduga, terdakwa menyembunyikan fakta bahwa kabel daya baterai tambahan SU7 telah dilepas secara manual sebelum tabrakan. Terdakwa juga dituduh menggunakan gambar yang menyesatkan untuk menggambarkan kerusakan baterai.
Persoalan tak berhenti di situ. Konten tersebut juga memuat klaim bahwa sistem panggilan darurat milik Xiaomi SU7 tidak berfungsi usai kecelakaan. Jaksa menegaskan, tudingan itu tidak berdasar.
Dakwaan juga menyatakan bahwa influencer tersebut mengklaim sistem panggilan darurat pada mobil Xiaomi SU7 gagal setelah tabrakan. Ditegaskan, pernyataan ini merupakan informasi palsu.
Video uji tabrak itu sendiri dipublikasikan pada 13 Agustus 2024 dan dengan cepat menarik perhatian publik. Jaksa menilai konten tersebut berdampak besar terhadap reputasi produk Xiaomi di pasar otomotif.
Media lokal China sebelumnya melaporkan bahwa pengujian dilakukan dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam dengan tingkat tumpang tindih tabrakan yang tinggi. Narasi dalam video itu memperlihatkan perbandingan performa kedua kendaraan setelah benturan.
Kasus ini kemudian berlanjut ke ranah hukum. Aparat kepolisian menahan sang influencer pada 27 November 2024 atas dugaan merusak reputasi komersial. Penahanan itu kemudian berujung pada penangkapan resmi pada 3 Januari 2025, sebelum jaksa melayangkan dakwaan pada September 2025.
Di sisi lain, pihak Zeekr turut memberikan pernyataan tegas. Mereka membantah keterlibatan dalam pengujian tersebut sekaligus membuka peluang menempuh jalur hukum terhadap penyebaran informasi yang dinilai menyesatkan.
Sementara itu, proses persidangan masih berlangsung dan publik menunggu putusan pengadilan atas kasus yang menyoroti batas antara kebebasan membuat konten dan tanggung jawab terhadap dampaknya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































