Harga Minyak Dunia Turun, Meredanya Ketegangan AS-Iran Tenangkan Pasar Energi

Pasar energi
ilustrasi tambang minyak. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Pasar energi global kembali bernapas lega setelah tensi geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Penurunan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membawa dampak langsung terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia yang terkoreksi lebih dari satu persen.

Merujuk laporan Reuters, harga minyak mentah jenis Brent tercatat turun 89 sen atau 1,31 persen menjadi US$ 67,16 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat juga mengalami penurunan sebesar 79 sen atau 1,24 persen, sehingga berada di level US$ 62,76 per barel.

Penurunan harga ini terjadi setelah kedua negara menyelesaikan pembicaraan diplomatik yang berlangsung pada Jumat (6/2). Dialog tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar yang sebelumnya dihantui kekhawatiran akan potensi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Harapan Baru dari Jalur Diplomasi
Optimisme pasar muncul setelah diplomat utama Iran menyampaikan bahwa pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat yang dimediasi Oman berlangsung dengan awal yang cukup baik dan berpeluang dilanjutkan.

Baca Juga :  Emas Antam Bangkit Lagi, Harga Melonjak ke Level Rp2,6 Juta per Gram

Proses diplomasi ini dipandang mampu meredakan kekhawatiran global terhadap potensi perang yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Ketegangan antara kedua negara sebelumnya sempat memicu kekhawatiran serius terhadap keberlanjutan pasokan energi dunia.

Timur Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi minyak global, sehingga konflik di kawasan tersebut kerap memicu gejolak harga komoditas energi.

Ketegangan Sempat Memanaskan Pasar
Sebelum harga minyak turun, pasar sempat bergerak naik pada Kamis (5/2). Lonjakan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah proses negosiasi terkait program nuklir Teheran.

Pernyataan Trump kala itu memicu kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer. Ia bahkan sempat mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran apabila kesepakatan nuklir tidak tercapai.

Selain itu, Trump juga mengisyaratkan potensi intervensi Amerika Serikat dalam gelombang demonstrasi antipemerintah yang terjadi di Iran pada Januari 2026, meski kemudian langkah militer tersebut tidak direalisasikan.

Baca Juga :  AS Kirim Pasukan Khusus ke Iran, Pilot Jet Tempur Berhasil Diselamatkan

Peran Strategis Iran dalam Pasokan Minyak Global
Kekhawatiran pasar bukan tanpa alasan. Iran merupakan salah satu anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sekaligus produsen minyak yang memiliki peran strategis dalam rantai pasok energi dunia.

Setiap potensi konflik yang melibatkan Iran kerap memicu kekhawatiran terganggunya distribusi minyak global.

Meredanya ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran pun menjadi faktor yang menenangkan pasar. Investor melihat peluang stabilitas pasokan energi dalam waktu dekat, sehingga tekanan terhadap harga minyak mulai berkurang.

Meski demikian, dinamika geopolitik di Timur Tengah masih menjadi variabel penting yang terus dipantau pelaku pasar.

Perkembangan negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan tetap menjadi penentu arah harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel