TIMETODAY.ID, JAKARTA — Otoritas Inggris meluncurkan studi khusus untuk meneliti potensi efek samping serius dari obat penurun berat badan setelah ratusan pasien melaporkan gangguan pada pankreas. Badan Pengawas Obat dan Layanan Kesehatan Inggris (MHRA) bekerja sama dengan Genomics England meminta masyarakat yang mengonsumsi obat penurun berat badan dan mengalami pankreatitis akut untuk segera menghubungi mereka.
Ratusan laporan pankreatitis akut dan kronis telah diterima dari pengguna obat seperti Mounjaro, Ozempic, dan Wegovy. Meski demikian, belum ada konfirmasi pasti bahwa obat-obatan tersebut menjadi penyebab utama kondisi ini.
“Tujuannya adalah untuk lebih baik memprediksi mereka yang paling berisiko mengalami reaksi merugikan,” ujar Dr. Alison Cave, Kepala Petugas Keselamatan MHRA, dikutip dari BBC.
Diperkirakan sekitar 1,6 juta orang dewasa di Inggris, Wales, dan Skotlandia telah menggunakan obat-obatan ini dalam setahun terakhir.
Sebagian besar pasien merasakan manfaat signifikan bagi kesehatan, namun otoritas menekankan bahwa kesadaran terhadap efek samping tetap menjadi prioritas.
Pankreas, organ kecil di belakang lambung, berperan penting dalam pencernaan. Peradangan pada organ ini bisa menimbulkan gejala seperti nyeri perut hebat dan menetap, nyeri yang menjalar ke punggung, serta mual dan muntah.
Sebagian besar pasien membaik dalam waktu satu minggu, tetapi kasus berat dapat menimbulkan komplikasi serius.
Studi ini menggunakan skema Kartu Kuning MHRA, sistem pelaporan yang memungkinkan masyarakat melaporkan efek samping obat, vaksin, atau alat medis sejak dini.
Pasien berusia 18 tahun ke atas, yang mengalami reaksi buruk akibat suntikan penurun berat badan yang juga digunakan untuk diabetes tipe 2, diminta melaporkan pengalaman mereka melalui situs Kartu Kuning.
Peserta kemudian akan ditanya apakah bersedia berpartisipasi dalam studi untuk meneliti kemungkinan risiko genetik terhadap pankreatitis akut saat menggunakan obat-obatan ini.
Selain informasi medis, peserta diminta memberikan sampel air liur. Tujuan penelitian ini adalah menemukan cara untuk mengurangi risiko efek samping bagi pengguna di masa depan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































