TIMETODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan media sosial Pinterest mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja sebagai bagian dari peralihan strategi besar ke teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kebijakan tersebut diumumkan melalui dokumen resmi perusahaan kepada regulator pada Selasa (27/1/2026).
Pinterest menyebut pemangkasan akan menyasar kurang dari 15 persen total karyawan global. Selain itu, perusahaan juga akan mengurangi penggunaan ruang kantor fisik seiring perubahan pola kerja dan fokus bisnis. Langkah ini ditargetkan rampung pada akhir kuartal ketiga 2026 dan sempat menekan saham Pinterest lebih dari 9 persen.
Kebijakan tersebut mencerminkan tren industri teknologi global yang tengah mengalihkan investasi ke pengembangan AI, meski berdampak pada pengurangan tenaga kerja.
1. Restrukturisasi untuk memperkuat tim berbasis AI
Pinterest menegaskan pemangkasan karyawan dilakukan sebagai upaya realokasi sumber daya internal. Fokus utama perusahaan kini diarahkan pada tim pengembangan produk dan kapabilitas yang ditenagai teknologi AI.
“Kami melakukan realokasi sumber daya untuk memprioritaskan tim yang berfokus pada AI serta produk dan kapabilitas yang ditenagai teknologi tersebut,” tulis Pinterest dalam dokumen pengajuan sekuritasnya.
Sebagai konsekuensi dari langkah tersebut, perusahaan memperkirakan biaya restrukturisasi sebelum pajak mencapai 35 juta hingga 45 juta dolar AS.
2. AI jadi tulang punggung pengembangan produk
Dalam beberapa tahun terakhir, Pinterest semakin gencar menyematkan AI ke dalam berbagai fitur platformnya. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan personalisasi konten serta pengalaman pengguna.
Pada Oktober lalu, Pinterest meluncurkan fitur belanja berbasis AI bernama Pinterest Assistant yang membantu pengguna menemukan dan membeli produk dengan lebih mudah. Di sisi bisnis, perusahaan juga memperkenalkan alat periklanan otomatis untuk bersaing dengan platform lain seperti TikTok dan Meta.
CEO Pinterest Bill Ready sebelumnya menyatakan optimisme bahwa investasi AI mulai memberikan hasil positif bagi kinerja perusahaan.
3. PHK di tengah maraknya investasi AI
Pinterest bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang memangkas tenaga kerja seiring adopsi AI. Data firma konsultan Challenger, Gray & Christmas mencatat hampir 55 ribu PHK di Amerika Serikat sepanjang tahun lalu dikaitkan dengan penggunaan AI.
Meski demikian, sejumlah analis menilai AI kerap dijadikan dalih efisiensi biaya. Terlepas dari itu, Pinterest menegaskan transformasi berbasis AI menjadi strategi utama untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan cepat lanskap digital global. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































