
TIMETODAY.ID, BOGOR — Situ Citongtut, di Kecamatan Gunung Putri, Jawa Barat, saat ini menyimpan pemandangan yang mengkhawatirkan. Ribuan ikan sapu-sapu ditemukan mati di perairan yang biasanya tenang itu. Dugaan pencemaran lingkungan pun mengemuka, setelah Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor melakukan pengecekan.
Yayan Buduayana, Pengawas Sumber Daya Diskanak, menyoroti fakta bahwa ikan sapu-sapu dikenal sebagai jenis ikan yang tangguh. Ia kerap digunakan sebagai indikator kesehatan perairan karena daya tahannya lebih tinggi dibandingkan ikan lain.
“Ikan sapu-sapu itu termasuk ikan yang jadi tolak ukur untuk indikasi pencemaran di suatu perairan. Kalau di perairan itu ikan semua sudah mati, biasanya ikan sapu-sapu masih tahan,” ujar Yayan, Selasa (27/1/2026).
Namun kematian massal ikan sapu-sapu di Situ Citongtut menunjukkan adanya faktor luar yang memengaruhi lingkungan, di luar kondisi biologis ikan itu sendiri. Menurut Yayan, ikan sapu-sapu mampu bertahan hidup hingga 30 jam di daratan, sehingga kematian mereka menandakan masalah serius di perairan.
“Jadi faktor lingkungan yang kita tidak tahu apa yang menyebabkan ikan sapu-sapu pun sampai mati massal. Sudah parah berarti,” jelasnya.
Untuk menyingkap penyebab kematian ini, Diskanak berencana melakukan pemeriksaan langsung terhadap ikan sapu-sapu.
“Mungkin kami akan membedah sendiri untuk mencari tahu ada zat apa saja,” tutur Yayan.
Meski begitu, Yayan mengakui keterbatasan fasilitas yang dimiliki Diskanak. Organ dalam ikan yang hancur membuat mereka membutuhkan bantuan laboratorium bersertifikat untuk memastikan penyebab kematian secara akurat.
“Organ dalam sudah hancur. Karena kita tidak punya lab sendiri untuk itu, maka kita biasanya minta bantuan ke ahli lab yang lebih tinggi, yang bersertifikat,” imbuhnya.
Sementara masyarakat menunggu hasil pemeriksaan, perairan Situ Citongtut tetap menjadi sorotan, karena insiden ini menjadi peringatan serius mengenai pentingnya pengawasan kualitas lingkungan di wilayah Kabupaten Bogor.***
Editor : Syafira
Sumber : Bogortoday.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































