Bisakah Smartwatch Membantu Berhenti Merokok? Teknologi Wearable Mulai Dilirik

Smartwatch
Smartwatch bukan cuma soal langkah dan detak jantung. Teknologi wearable kini mulai dimanfaatkan sebagai pendamping berhenti merokok. ilustrasi smartwatch (pexels.com/Solen Feyissa)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Bagi banyak perokok, niat berhenti saja sering kali tidak cukup. Merokok sudah menjadi bagian dari rutinitas harian sambil ngopi, saat stres, atau ketika menunggu. Meski bahaya rokok bagi kesehatan sudah diketahui luas, dorongan untuk menyalakan rokok kerap muncul tanpa disadari.

Menariknya, pendekatan berhenti merokok kini tidak hanya mengandalkan konseling atau terapi pengganti nikotin. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi wearable seperti smartwatch mulai dilirik sebagai alat bantu perilaku yang lebih personal dan konsisten.

Smartwatch bekerja dengan memantau sinyal tubuh mulai dari gerakan tangan, detak jantung, hingga pola tidur lalu mengubahnya menjadi data kebiasaan. Dari sinilah teknologi berpotensi membantu proses berhenti merokok secara lebih sadar dan terstruktur.

Advertisement

Mendeteksi kebiasaan merokok lewat gerakan tangan

Smartwatch dibekali sensor seperti accelerometer dan gyroscope yang mampu mengenali pola gerakan tangan. Penelitian menunjukkan bahwa gerakan tangan ke mulut saat merokok memiliki pola khas yang bisa dikenali oleh algoritma wearable.

Studi dari PLOS Digital Health menunjukkan bahwa smartband dapat mendeteksi aktivitas merokok secara real-time dan memberikan umpan balik langsung kepada pengguna. Efeknya sederhana tapi penting: membuat perokok menyadari kebiasaan otomatis yang selama ini dilakukan tanpa berpikir.

Baca Juga :  Richard Lee Dikecam Usai Promo Produk dengan Iming-Iming Donasi Banjir Sumatra

Notifikasi real-time saat dorongan muncul

Pendekatan ini dikenal sebagai Just-In-Time Adaptive Interventions (JITAI). Saat smartwatch mendeteksi pola yang mengarah ke perilaku merokok, perangkat dapat memberikan getaran atau pesan dukungan mulai dari pengingat tujuan berhenti, pesan motivasi, hingga strategi pengalihan perhatian.

Intervensi yang tepat waktu ini dinilai lebih efektif karena muncul tepat ketika dorongan merokok sedang kuat-kuatnya. Rasanya seperti diingatkan oleh “teman” yang tahu kapan kamu sedang butuh dukungan.

Membuat kebiasaan otomatis jadi terlihat

Salah satu tantangan terbesar berhenti merokok adalah sifatnya yang otomatis. Banyak perokok baru menyadari seberapa sering mereka merokok setelah melihat data harian di aplikasi smartwatch.

Grafik dan catatan kebiasaan membantu pengguna memahami bukan hanya “berapa banyak rokok” yang dihisap, tapi juga kapan dan dalam kondisi apa kebiasaan itu muncul. Dari sini, pemicu stres, kebosanan, atau kebiasaan sosial jadi lebih mudah dikenali.

Dukungan motivasi yang konsisten

Aplikasi pendamping smartwatch biasanya dilengkapi target harian, laporan progres, dan pesan motivasi personal. Studi dari University of Bristol menunjukkan bahwa dukungan semacam ini meningkatkan kesadaran diri dan memberi dorongan emosional, terutama ketika pesan muncul di saat yang tepat.

Baca Juga :  Klaim Minum Air Campur Minyak Kayu Putih untuk Flu Ramai Dibahas, Ini Penjelasan Dokter

Berhenti merokok bukan hanya soal menghentikan kebiasaan, tapi juga membangun identitas baru sebagai nonperokok. Kehadiran smartwatch membantu proses ini dengan pendampingan yang terasa terus-menerus.

Bukan pengganti, tapi pelengkap terapi

Para peneliti menegaskan bahwa smartwatch paling efektif jika digunakan sebagai pelengkap perawatan standar, seperti konseling atau terapi pengganti nikotin. Meski hasil studi awal masih terbatas, data menunjukkan adanya penurunan konsumsi rokok dan peningkatan hari tanpa merokok pada pengguna wearable.

Artinya, smartwatch bukan solusi tunggal, tetapi bisa menjadi alat bantu yang mempermudah perjalanan berhenti merokok.

Teknologi kecil, dampak bertahap

Smartwatch memang belum bisa sepenuhnya menggantikan intervensi medis. Namun, bukti awal menunjukkan potensinya sebagai alat bantu perilaku yang membantu pengguna lebih sadar, lebih siap menghadapi dorongan, dan lebih konsisten menjaga komitmen berhenti merokok.

Seiring perkembangan teknologi wearable, kombinasi data real-time dan pendekatan psikologis berpotensi menjadikan smartwatch bukan sekadar pelacak aktivitas, tetapi pendamping kebiasaan sehat sehari-hari. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel