TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perbincangan mengenai penyakit Super Flu Subclade K ramai mencuat di media sosial setelah dilaporkan telah masuk ke Indonesia. Varian influenza ini menimbulkan pertanyaan publik terkait tingkat bahaya dan potensi terjadinya pandemi baru.
Super Flu Subclade K merupakan varian influenza yang kini menjadi perhatian dunia. Penyebaran virus ini pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025 dan terus meluas ke berbagai negara.
“Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Agustus 2025, dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara,” ungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam laporan resminya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Di kawasan Asia, varian Subclade K dilaporkan telah ditemukan di sejumlah negara, seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Thailand, termasuk Indonesia. Saat ini, Subclade K dikategorikan sebagai varian dominan yang beredar secara global.
Meski disebut sebagai “super flu”, Subclade K sejatinya bukan jenis virus baru. Varian ini merupakan cabang mutasi terbaru dari virus influenza A (H3N2), yang telah lama bersirkulasi di masyarakat dan menjadi bagian dari flu musiman.
Subclade K memiliki sejumlah perubahan genetik yang membuat daya penularannya lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya. Para ahli, termasuk dari World Influenza Centre, menilai mutasi tersebut merupakan bagian dari proses alami virus influenza yang terus berevolusi seiring waktu.
Gejala infeksi Subclade K umumnya muncul dalam waktu 3 hingga 4 hari setelah terpapar. Secara klinis, gejalanya masih serupa dengan flu biasa, meskipun pada sebagian kasus dirasakan lebih berat.
Beberapa gejala yang umum dialami penderita antara lain demam tinggi disertai menggigil, batuk dan nyeri tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot yang intens, sakit kepala, serta kelelahan ekstrem. Pada anak-anak, gejala tambahan seperti muntah dan diare juga dapat terjadi.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta diminta tidak mengabaikan gejala flu, karena berisiko memperparah kondisi kesehatan.
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































