
TIMETODAY.ID, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik 26 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Pelantikan tersebut mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, kepala sekolah, dan pejabat fungsional yang diharapkan dapat memperkuat kinerja birokrasi dan layanan publik di Kota Bogor.
Dedie menyebut, pengisian dan rotasi jabatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama pada sektor pendidikan dan tata kelola pemerintahan. Menurut dia, penempatan pejabat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebutuhan organisasi.
Dalam pelantikan tersebut, Pemkot Bogor menetapkan enam kepala SD negeri dan tiga kepala SMP negeri. Dedie menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan, penugasan, pemindahan, dan pemberhentian guru sebagai kepala sekolah telah melalui mekanisme yang berlaku.
Dengan demikian, Dedie menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, tidak hanya dari sisi capaian akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik.
“Kepada para kepala sekolah yang dilantik, jadilah pemimpin pembelajaran yang berintegritas, bangun budaya sekolah yang aman dan inklusif, serta terus tingkatkan mutu pendidikan,” kata Dedie.
Selain kepala sekolah, Pemkot Bogor juga melantik 15 pejabat fungsional dari berbagai jabatan. Dedie menyebut penguatan jabatan fungsional menjadi bagian penting dalam mendorong profesionalisme aparatur sipil negara. Ia berharap pejabat fungsional yang dilantik dapat mempercepat proses pelayanan publik, meningkatkan akurasi berbasis data, serta menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
“Penguatan jabatan fungsional ini diharapkan membuat layanan publik semakin cepat, tepat, dan makin dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Dedie.
Pelantikan juga dilakukan terhadap dua pejabat JPT Pratama, yakni Sri Nowo Retno sebagai Direktur Utama RSUD Kota Bogor dan Adi Novan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja. Dedie menjelaskan, penunjukan keduanya merupakan bagian dari manajemen talenta dan penyegaran organisasi di lingkungan Pemkot Bogor.
Menurut Dedie, pengisian jabatan JPT Pratama dilakukan secara akuntabel dan objektif untuk memastikan organisasi perangkat daerah dapat berjalan efektif. Ia menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada hasil.
“Proses ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di Pemkot Bogor dilakukan sesuai ketentuan dan kebutuhan organisasi,” kata Dedie.
Dedie juga meminta seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan integritas, disiplin, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menilai inovasi dan responsivitas menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bogor.




































