Udara Dingin Bukan Sekadar Segar, Bisa Picu Reaksi Alergi pada Kulit

dingin
ilustrasi alergi Dingin. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Musim hujan atau ruangan ber-AC sejuk, terkadang bukan hanya membuat udara terasa segar. Bagi sebagian orang, paparan suhu rendah bisa memicu reaksi kulit yang tak terduga: biduran, bentol, gatal, atau kemerahan. Kondisi ini dikenal sebagai alergi dingin atau urtikaria dingin.

Reaksi ini muncul karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap suhu rendah, baik dari udara, air, maupun makanan dan minuman dingin. Gejalanya bisa timbul bahkan setelah kontak singkat dengan dingin, dan pada sebagian orang, cukup ringan dan cepat membaik. Namun, bagi sebagian lainnya, alergi dingin dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mengapa Tubuh Bisa Alergi Dingin?

Advertisement

Secara medis, alergi dingin terjadi karena sistem imun melepaskan zat kimia, termasuk histamin, saat terpapar dingin. Zat ini membuat pembuluh darah melebar dan cairan keluar ke jaringan, sehingga kulit mengalami gatal, kemerahan, atau pembengkakan.

Baca Juga :  5 Penyakit yang Muncul pada Musim Pancaroba yang Harus Diwaspadai

Selain itu, ada sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terhadap kondisi ini:

  • Faktor genetik: “Riwayat alergi dingin dalam keluarga dapat meningkatkan kecenderungan seseorang mengalami kondisi ini,” tulis Alodokter. Artinya, sistem imun pada orang tertentu lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
  • Riwayat penyakit tertentu: Orang yang pernah menderita infeksi virus atau bakteri, maupun mereka dengan penyakit autoimun, lebih berpotensi mengalami alergi dingin karena keseimbangan sistem imun terganggu.
  • Kulit sensitif: Penderita dermatitis atopik atau kulit kering kronis lebih mudah bereaksi terhadap dingin, karena lapisan pelindung kulitnya kurang optimal.

Gejala alergi dingin biasanya muncul ketika tubuh terpapar faktor pencetus, seperti udara dingin, air es, ruangan ber-AC, makanan atau minuman dingin, atau perubahan suhu mendadak. Paparan luas, misalnya saat berenang di air sangat dingin, bisa memicu reaksi yang lebih berat, bahkan hingga angioedema atau syok anafilaktik pada kasus langka.

Baca Juga :  Mengenal Stroke Hemoragik, Penyebab Meninggalnya Suami Najwa Shihab

Tips Mengurangi Risiko Alergi Dingin

Meskipun alergi dingin tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, gejalanya dapat dikurangi dengan langkah pencegahan sederhana:

  1. Hindari paparan langsung pada suhu rendah.
  2. Kenakan pakaian hangat saat berada di lingkungan dingin.
  3. Batasi konsumsi makanan dan minuman dingin.
  4. Jaga kesehatan tubuh untuk mempertahankan daya tahan optimal.
  5. Kelola stres, karena stres dapat memperparah reaksi alergi.
  6. Saat berenang, pilih air dengan suhu tidak terlalu dingin dan lakukan uji coba di area kecil kulit.

Dengan memahami penyebab dan pencetus alergi dingin, seseorang bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan tepat. Meski terdengar sepele, mengenali tanda sejak awal dapat mencegah kondisi ini menjadi lebih serius.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel