
TIMETODAY.ID, BOGOR – Terik matahari, Rabu (17/12/2025) pagi belum menyurutkan semangat ratusan warga Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka rela berdiri berjam-jam, mengantre di halaman kantor kelurahan, menanti giliran menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Sihar (45) adalah salah satunya. Pria paruh baya itu tiba di lokasi pukul 09.00 WIB. Kini, jarum jam sudah menunjuk angka 12, kakinya pegal, punggungnya lelah. Namun, ia tak mengeluh.
“Dari jam sembilan berdiri, pegel banget, cape banget, tapi terbayarkan lah ya,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Di tangannya, Sihar menggenggam empat botol minyak goreng berukuran satu liter dan dua karung beras masing-masing seberat 10 kilogram. Bantuan yang ia terima hari itu bukan sekadar kebutuhan pokok biasa, di tengah melambungnya harga bahan pangan, paket bantuan tersebut bagaikan oase di padang pasir.
“Ya sangat membantu, apalagi bahan pokok begini,” kata Sihar. Ia mengaku, informasi pembagian bantuan diterima sehari sebelumnya melalui ketua RT setempat. Untuk mendapatkan jatah, warga diwajibkan membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan karcis pembagian dari RT.
Sihar bukan satu-satunya yang rela berdesak-desakan di pagi itu. Sejak subuh, ratusan warga mulai berdatangan. Mereka membawa map plastik berisi persyaratan administrasi, sebagian mengenakan topi untuk menahan panas. Ada yang datang sendirian, ada pula yang membawa keluarga. Suasana riuh, masing-masing memahami pentingnya sabar menunggu giliran.
Di balik meja pendaftaran, Dio Fajrul Iman, Pendamping Sosial Kementerian Sosial, sibuk mengecek dokumen dan mendata penerima bantuan.
“Kegiatan hari ini adalah penyaluran dari Badan Pangan Nasional, itu berasnya 20 kilogram dua karung, terus minyak empat liter,” jelasnya.
Hingga siang hari, tercatat 729 warga telah menerima bantuan. Target penyaluran mencapai 779 kepala keluarga. Artinya, tinggal beberapa puluh warga lagi yang menanti giliran.
Bagi Sihar dan ratusan warga lainnya, bantuan pangan ini bukan sekadar soal perut kenyang. Ini tentang harapan, bahwa negara tak lupa pada mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bantuan seperti ini terus berlanjut,” ujar Sihar sebelum pamit membawa pulang karung beras dan minyak goreng pemberian pemerintah.
Sementara matahari terus merangkak naik, antrean di Kantor Kelurahan Harapan Jaya masih panjang. Namun, di wajah-wajah yang berkeringat itu, tersirat rasa syukur yang sama.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































