
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan apresiasi atas diresmikannya fasilitas produksi Radioisotop dan Radiofarmaka milik PT Global Onkolab Farma di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (15/12/2025). Fasilitas ini merupakan yang ketiga di Indonesia dan dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan kanker.
Fasilitas produksi yang merupakan anak perusahaan Kalbe Group ini difokuskan pada pembuatan radiofarmaka yang digunakan dalam pemeriksaan Positron Emission Tomography–Computed Tomography (PET-CT) Scan. Produk utama yang dihasilkan adalah radionuklida F-18 fluorodeoxyglucose (FDG), yang telah mengantongi nomor izin edar (NIE) dari BPOM sejak 2 September 2025.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai kehadiran fasilitas di Sidoarjo sebagai penguat ekosistem kemandirian farmasi nasional. Menurutnya, lokasi strategis ini mampu memperluas jangkauan distribusi radiofarmaka ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, sekaligus mengatasi kendala logistik akibat waktu paruh produk yang sangat singkat.
Direktur PT Kalbe Farma, Mulia Lie, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Sidoarjo didasarkan pada kebutuhan distribusi yang cepat dan efisien. Fasilitas ini diharapkan dapat melayani wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga kawasan Indonesia timur seperti Sulawesi dan sekitarnya.
Urgensi pengembangan radiofarmaka juga berkaitan erat dengan tingginya angka kasus kanker di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (Globocan) mencatat bahwa pada 2025 terdapat lebih dari 433 ribu kasus kanker dengan angka kematian mencapai sekitar 60 persen. Kondisi tersebut membuat ketersediaan produk diagnostik dan terapi yang cepat serta bermutu menjadi kebutuhan mendesak.
Untuk mendukung percepatan layanan, BPOM turut memangkas waktu penerbitan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Langkah ini disebut sebagai bentuk sinergi antara regulator dan industri demi kepentingan masyarakat luas.
Dengan beroperasinya fasilitas di Sidoarjo, Indonesia kini memiliki tiga industri radiofarmaka yang telah tersertifikasi CPOB dan memiliki izin edar resmi. BPOM berharap ketiganya dapat saling melengkapi demi memperkuat ketahanan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































