
BOGORTODAY.COM – Krisis air bersih akibat kemarau melanda belasan ribu keluarga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selama lebih dari satu bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 12.735 kepala keluarga atau sekitar 42.691 jiwa terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, dampak kekeringan tersebar di 29 desa dan kelurahan yang berada di 13 kecamatan. Belasan kecamatan itu meliputi Jasinga, Cigudeg, Ciseeng, Rumpin, Leuwisadeng, Ciampea, Sukajaya, Nanggung, Rancabungur, Jonggol, Citeureup, Babakan Madang, dan Sukaraja.
“Taksiran dampak kekeringan krisis air, 74 titik distribusi atau lokasi di 13 kecamatan,” kata Adam, Kamis (16/7/2026).
Untuk merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bogor sejak 10 Juni hingga 15 Juli 2026 telah mendistribusikan air bersih ke 74 titik di wilayah-wilayah yang mengalami krisis. Total air bersih yang disalurkan selama periode itu mencapai 350.000 liter.
Adam menuturkan, distribusi air bersih tersebut menjadi salah satu upaya darurat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
“Jumlah distribusi air 350.000 liter,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bogor menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak, serta membuka opsi penambahan titik distribusi apabila krisis kekeringan meluas ke kecamatan lain.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































