Di Hadapan DK PBB, Presiden Lebanon Sampaikan Penolakan Perang dengan Israel

Lebanon
Presiden Lebanon Joseph Aoun. Foto: Times Of Israel/Mistar

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kepada delegasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa negaranya tidak menghendaki terjadinya perang baru dengan Israel. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa hari setelah perwakilan sipil dari kedua negara menggelar perundingan resmi pertama dalam beberapa dekade.

Dalam pertemuannya dengan para duta besar DK PBB, Aoun menyampaikan kondisi rakyat Lebanon yang sudah terlalu lama hidup dalam bayang-bayang konflik.

Lebanon, menurut pernyataan resmi kepresidenan, “tidak menginginkan perang lagi, rakyat Lebanon telah cukup menderita dan tidak akan ada jalan kembali.”

Advertisement

Aoun juga meminta dukungan komunitas internasional dalam upaya tentara Lebanon untuk melucuti senjata kelompok-kelompok non-negara. Upaya tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah yang ditargetkan memasuki tahap awal penyelesaian hingga akhir tahun ini.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Dorong Percepatan Inovasi Layanan Adminduk di Seluruh Wilayah Kabupaten Bogor

“Tentara Lebanon akan memainkan perannya sepenuhnya… Komunitas internasional harus mendukung dan membantunya,” kata Aoun.

Ia menegaskan kembali bahwa langkah tersebut merupakan keputusan final pemerintah meski membutuhkan waktu dalam pelaksanaannya.

Ia menambahkan bahwa “tidak ada jalan kembali” atas keputusan tersebut, “meskipun itu membutuhkan waktu, karena rakyat Lebanon sudah lelah dengan konfrontasi militer”.

Di sisi lain, dilansir dari AFP, Sabtu (6/12/2025), pimpinan Hizbullah Naim Qassem menyatakan dukungan terhadap upaya diplomasi yang ditempuh Lebanon. Namun, ia mengkritik keterlibatan perwakilan sipil dalam perundingan dengan Israel dan menyebutnya sebagai “kesalahan langkah.”

Baca Juga :  PPDI Kota Bogor Peringati Hari Disabilitas Internasional, Tampilkan Panggung Kreasi

Meski gencatan senjata pada November 2024 lalu seharusnya mengakhiri lebih dari setahun permusuhan antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda. Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan ke wilayah Lebanon, serta mempertahankan pasukannya di lima titik strategis di Lebanon selatan.

Kondisi tersebut membuat upaya diplomasi dan desakan pelucutan senjata kelompok non-negara menjadi semakin krusial demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel