TIMETODAY.ID, JAKARTA – Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), Galih Kartasasmita, mengaku tengah dibuat pusing oleh padatnya agenda Timnas Padel Indonesia pada tahun 2026.
Usai tim putri meraih medali perunggu di FIP Asia Cup 2025, para atlet tak bisa beristirahat lama karena sederet kejuaraan internasional sudah menanti.
Dimulai dari Southeast Asia Cup
Ditemui di Kemenpora, Galih menjelaskan bahwa rangkaian agenda 2026 akan dibuka dengan Southeast Asia Cup. Ajang ini juga menjadi bagian dari kampanye Road to Malaysia 2027, mengingat padel resmi masuk sebagai cabang olahraga di SEA Games 2027.
“Untuk tahun depan, kita akan banyak agenda. Salah satunya Southeast Asia Cup, sambil mempersiapkan tim menuju 2027,” ujar Galih.
Deretan Kejuaraan yang Menunggu
Selain Southeast Asia Cup, para atlet juga akan menghadapi sejumlah agenda besar lainnya.
Timnas dijadwalkan tampil di FIP World Tour, kemudian dilanjutkan dengan Seleksi Nasional (Seleknas) untuk menentukan pemain yang akan memperkuat Indonesia di World Cup Asia Qualifier pada November 2026.
Tak hanya itu, mereka juga punya tugas besar di Asian Games 2026.
“Bayangkan saja, kita ada World Cup Asia Qualifier, Southeast Asia Cup, Asian Games, ditambah FIP World Tour. Penuh sekali agenda 2026,” ujar Galih.
Tantangan Berat untuk PBPI
Padatnya agenda membuat PBPI harus bekerja ekstra. Selain mempersiapkan tim, PBPI juga harus memastikan proses pendaftaran sebagai anggota NOC Indonesia agar Timnas Padel bisa tampil di Asian Games Jepang 2026.
Dengan banyaknya target besar yang harus dikejar, PBPI menyebut tahun 2026 sebagai tahun yang benar-benar “fully booked” bagi olahraga padel Indonesia. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































