Kisah Lutfhi Mukhtadi Bertahan Hidup di Rumah yang Nyaris Ambruk

Lutfhi Mukhtadi
MEMPRIHATINKAN: Kondisi rumah milik Luthfi Mukhtadi di Kampung Kedung Umpal, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang nyaris ambruk ditelan usia. Foto : Dok. bogortoday.com/ Rifki Ramadhan.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Setiap hujan turun, kekhawatiran selalu mengahantui Luthfi Mukhtadi (41). Warga disabilitas yang tinggal di Kampung Kedung Umpal, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, itu harus waspada, karena atap rumahnya yang lapuk hingga beberapa bagian bahkan sempat ambruk.

Rumah yang dihuni lima orang ini mengalami kerusakan selama lebih dari lima tahun. Dinding yang rapuh dan atap yang hanya dilapisi terpal membuat hujan tak sekadar menetes di lantai, tapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Bupati Bogor Fokus Penataan Lingkungan, Banjir, dan Pendidikan di Cibinong

“Setiap sore kalau hujan, saya harus siap-siap,” kata Luthfi, Selasa (2/11/2025).

Advertisement

“Kemarin saja atap sempat ambruk,” lirihnya.

Kehidupan Luthfi sehari-hari tak mudah. Ia dan keluarganya harus menata rumah seadanya agar tetap bisa beristirahat.

“Hujan sedikit saja bocor. Jadi was-was terus,” ujarnya.

Meski telah mengajukan permohonan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan menyampaikan laporan melalui berbagai kanal pengaduan, Luthfi mengaku belum menerima respons yang jelas.

Baca Juga :  BMKG Tenangkan Publik, Gempa 6,4 di Laut Vanuatu Tidak Berpotensi Tsunami

Dengan penghasilan terbatas, ayahnya bekerja sebagai ojek pangkalan dan sesekali mengumpulkan barang rongsok, keluarga ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial.

“Saya warga disabilitas yang butuh bantuan. Rumah ini sudah tidak layak,” ujarnya.

Di balik tantangan itu, Luthfi tetap berusaha menjalani hari-hari bersama keluarganya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel