Pakar Usus Rekomendasikan 9 Buah Ini untuk Kesehatan Jangka Panjang

buah
ilustrasi buah Delima yang masih mengantung di pohon. Foto: itsock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Buah kerap dianggap sebagai simbol makanan sehat. Namun tak banyak yang menyadari bahwa beberapa jenis memiliki kandungan gula cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat memengaruhi metabolisme, kesehatan usus, hingga berpotensi menaikkan berat badan.

Ahli bedah jantung sekaligus pakar kesehatan usus asal AS, Dr Steven Gundry, mengingatkan agar buah diperlakukan layaknya “permen alami”—tetap bermanfaat, tetapi sebaiknya dinikmati secukupnya.

Menurutnya, pilihan buah yang rendah gula namun tinggi serat serta polifenol jauh lebih mendukung kesehatan jangka panjang.

Advertisement

Gundry—pendiri GundryMD dan penulis The Gut-Brain Paradox serta The Plant Paradox—telah meneliti hubungan mikrobioma, penuaan, dan penyakit kronis selama lebih dari dua dekade.

Dalam tulisannya di CNBC Make It, ia membagikan 9 buah rendah gula yang ia nilai baik untuk pola makan berkelanjutan.

Baca Juga :  Ramalan Shio Sabtu 7 Maret 2026, Monyet Didorong Bertindak

Meski begitu, ia menegaskan bahwa perubahan pola makan tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi yang memiliki kondisi medis.

9 Buah Rendah Gula Rekomendasi Dr Steven Gundry

  1. Jeruk & keluarga sitrus
    Tinggi vitamin C dan flavonoid. Bagian putih (pith) sebaiknya tetap dimakan karena kaya nutrisi.
  2. Aneka beri (blueberry, raspberry, blackberry)
    Rendah gula, tinggi serat, dan polifenol. Blueberry liar dan beri musiman disebut memiliki antioksidan lebih tinggi.
  3. Delima
    Mengandung punicalagin, polifenol yang mendukung kesehatan sel dan jantung. Manis, namun relatif lebih rendah gula dibanding buah tropis.
  4. Alpukat
    Hampir tanpa gula, tinggi lemak tak jenuh dan serat. Menurut Gundry, konsumsi rutin membantu kenyang lebih lama dan stabilkan gula darah.
  5. Zaitun
    Termasuk buah dengan polifenol tinggi seperti hydroxytyrosol. Baik untuk kesehatan jantung, otak, dan usus. Minyak zaitun extra virgin juga direkomendasikan.
  6. Kiwi
    Lebih rendah gula dibanding banyak buah tropis. Tinggi vitamin C dan antioksidan. Kulitnya pun bisa dimakan untuk asupan polifenol lebih maksimal.
  7. Pisang hijau
    Kaya resistant starch yang berperan sebagai prebiotik bagi bakteri baik. Ketika matang, pati berubah menjadi gula sehingga manfaat menurun.
  8. Mangga muda
    Lebih sedikit gula daripada mangga matang, namun tetap tinggi serat dan antioksidan. Cocok diolah sebagai rujak atau salad.
  9. Markisa
    Kecil tapi kaya nutrisi—vitamin A, serat, dan polifenol. Biji markisa bisa berperan sebagai prebiotik alami.***
Baca Juga :  Bosan Makan Jeruk? 7 Buah Ini Bisa Bantu Penuhi Vitamin C-mu

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel