Kenali Bahaya Infeksi Pneumokokus dan Pentingnya Vaksin Pneumonia untuk Lindungi Paru-paru

Pneumonia
Vaksin pneumonia hadir untuk jaga kelompok rentan dari anak kecil sampai lansia. Kesehatan bukan soal menunda, tapi mencegah. ( foto : pinterest )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Infeksi pneumokokus mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tapi dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Bakteri ini bisa menyebabkan berbagai penyakit serius, mulai dari infeksi darah, radang selaput otak, hingga pneumonia yang membuat penderitanya kesulitan bernapas.

Salah satu bentuk paling umum adalah pneumonia pneumokokus kondisi ketika kantung udara di paru-paru terisi cairan atau nanah sehingga membuat tubuh terasa lemah dan napas menjadi pendek. Pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem imun rendah, infeksi ini bisa mengancam jiwa.

Karena itulah vaksin pneumokokus hadir sebagai perlindungan penting. Vaksin ini membantu menurunkan risiko infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus dan mencegah komplikasi yang berbahaya.

Advertisement

1. Apa itu pneumonia pneumokokus?

Pneumonia pneumokokus merupakan salah satu penyebab tersering pneumonia yang terjadi di luar rumah sakit. Penyebabnya adalah bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui batuk, bersin, air liur, atau kontak dekat.

Infeksi ini juga bisa muncul beriringan dengan penyakit lain, misalnya flu atau COVID-19. Saat tubuh sudah lemah, bakteri lebih mudah mengambil alih dan menyerang paru-paru.

Ketika infeksi memburuk, paru-paru terisi cairan sehingga muncul gejala seperti:

  • batuk,
  • demam,
  • nyeri dada,
  • menggigil,
  • napas cepat atau sesak.
Baca Juga :  Apa Itu Pneumonia? Kenali Gejala dan Faktor Penyebabnya

Tidak hanya pneumonia, bakteri ini juga bisa menyebabkan sinusitis, infeksi telinga, hingga kondisi berat seperti meningitis dan bakteremia keduanya bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

2. Jenis vaksin pneumonia

Ada dua jenis vaksin untuk melindungi tubuh dari infeksi pneumokokus:

1. Polysaccharide conjugate vaccine (PCV)
Direkomendasikan untuk anak-anak, lansia, dan orang berisiko tinggi. Varian yang tersedia antara lain PCV13, PCV15, dan PCV20.

2. Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV)
Melindungi terhadap 23 jenis bakteri pneumokokus dan umumnya diberikan pada orang berisiko tinggi dan usia 65 tahun ke atas.

3. Pentingnya vaksinasi pneumokokus

Meski banyak ditemukan pada anak, risiko terbesar justru dialami oleh lansia. Pada usia ini, infeksi bisa berkembang cepat menjadi penyakit invasif kondisi ketika bakteri masuk ke area steril seperti darah dan menyebabkan infeksi berat.

Vaksinasi membantu:

  • mencegah bentuk infeksi berat,
  • mengurangi risiko rawat inap,
  • menurunkan angka kematian akibat penyakit pneumokokus.

Vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu memutus rantai penularan di masyarakat.

4. Siapa yang perlu mendapatkan vaksin pneumonia?

Rekomendasi vaksin diberikan kepada:

  • Usia 50 tahun ke atas
    Sistem imun menurun seiring bertambah usia.
  • Anak-anak di bawah 5 tahun
  • Dewasa usia 19–49 tahun dengan imun lemah
  • Penderita penyakit kronis
    Termasuk diabetes, penyakit jantung, asma, PPOK, anemia sel sabit, dan penyakit hati kronis.
  • Penerima kemoterapi, transplantasi, atau penderita HIV/AIDS
  • Perokok dan peminum alkohol berat
  • Orang yang baru pulih dari operasi besar atau sakit parah
Baca Juga :  Spasmodic Dysphonia, Kelainan Pita Suara yang Bikin Bicara Tersendat

5. Siapa yang tidak boleh menerima vaksin?

Vaksin pneumonia sebaiknya ditunda atau dihindari oleh orang yang:

  • memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin ini atau komponennya,
  • sedang sakit atau tidak enak badan.

6. Perlukah booster meski sudah divaksin?

Beberapa orang mungkin memerlukan dosis tambahan seiring melemahnya respons imun. Kebutuhan booster ini ditentukan oleh dokter berdasarkan usia, riwayat vaksin, dan kondisi medis.

7. Manfaat vaksinasi pneumokokus

Vaksin pneumonia memberikan berbagai keuntungan, seperti:

  • Menekan biaya kesehatan
    Lebih sedikit kunjungan rumah sakit, lebih sedikit kebutuhan obat.
  • Meningkatkan kualitas hidup
    Risiko sakit berat berkurang, aktivitas sehari-hari tetap lancar.
  • Meningkatkan produktivitas
    Orang dewasa lebih jarang absen bekerja, caregiver tidak terlalu terbebani.
  • Perlindungan komunitas
    Mengurangi penyebaran bakteri dan memperlambat resistansi antibiotik.
  • Memberikan ketenangan pikiran
    Risiko sakit berat berkurang, rasa cemas juga ikut mereda.(MG4)

 

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel