TIMETODAY.ID, BOGOR – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Chandra Sasmita mengkritik keras kebijakan ijazah gratis di Jawa Barat yang dinilai belum matang dan menimbulkan polemik di sejumlah sekolah.
Dede menyoroti masih banyaknya ijazah siswa yang belum diserahkan karena pihak sekolah belum menerima kejelasan mengenai mekanisme penggantian biaya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan biaya tebus ijazah akan diganti melalui Dana Operasional Sekolah (DPOS).
“Saya menyampaikan koreksi kepada Gubernur Jabar karena katanya biaya program tebus ijazah akan diganti kepada biaya operasional sekolah, tetapi ternyata tidak juga,” ujar Dede, Selasa (18/11/2025).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan belum ada bukti teknis bahwa biaya tersebut benar-benar diganti pemerintah.
“Maka dari itu saya menyatakan kembali kepada gubernur, mana bukti terkait ijazah ini, karena banyak sekolah yang belum tertebus ijazahnya, malah bahkan yayasannya itu akhirnya jadi punya utang untuk ijazahnya,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Dechan itu menilai kajian kebijakan tersebut belum matang. Menurutnya, tiga hari setelah kritiknya disampaikan, barulah muncul surat edaran dari Dinas Pendidikan agar sekolah menyerahkan ijazah. Namun, persoalan belum selesai karena mekanisme penggantiannya belum jelas.
“Gubernur Jabar menyampaikan, silakan ijazah dikembalikan tetapi diganti oleh biaya operasional sekolah, tetapi buktinya tidak ada juga. Bahkan biaya operasional sekolah juga berkurang,” kata Dede.
Dia mendesak Gubernur Jawa Barat memastikan penyelesaian persoalan ini agar ijazah siswa dapat diserahkan dan pihak sekolah tidak mengalami kerugian.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































