TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pindang Patin adalah salah satu kuliner khas Sumatera Selatan, terutama dari daerah Palembang, yang terkenal dengan cita rasa gurih, asam, dan segar. Hidangan ini menggunakan ikan patin sebagai bahan utama, yang dimasak dengan bumbu rempah khas dan kuah berwarna kekuningan.
Pindang Patin memiliki rasa yang unik karena memadukan asam dari nanas dan tomat, serta aroma harum daun kemangi dan serai. Selain nikmat, ikan patin juga kaya akan omega-3 dan protein, sehingga hidangan ini bukan hanya lezat tetapi juga menyehatkan.
Ciri Khas Pindang Patin
- Menggunakan ikan patin segar yang berdaging lembut dan tidak amis.
- Kuahnya berwarna kuning cerah dengan rasa asam pedas segar.
- Dimasak dengan bumbu rempah khas Palembang seperti serai, lengkuas, dan daun salam.
- Biasanya disajikan bersama nasi hangat dan sambal terasi.
Resep Pindang Patin Khas Palembang
Bahan-bahan:
- 1 ekor ikan patin (sekitar 700 gram), potong menjadi 4 bagian
- 1 liter air
- 2 batang serai, memarkan
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- ½ buah nanas, potong kecil-kecil
- 2 buah tomat merah, potong-potong
- 1 sdm air asam jawa
- 2 sdm minyak untuk menumis
- Garam, gula, dan kaldu secukupnya
Bumbu Halus:
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah besar
- 5 buah cabai rawit merah (atau sesuai selera)
- 2 cm kunyit
- 1 cm jahe
Cara Membuat:
- Haluskan bumbu, lalu tumis dengan sedikit minyak hingga harum.
- Masukkan serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk, aduk rata.
- Tuang air, lalu didihkan.
- Setelah mendidih, masukkan ikan patin, masak dengan api kecil agar tidak hancur.
- Tambahkan potongan nanas, tomat, air asam jawa, garam, gula, dan kaldu secukupnya.
- Masak hingga ikan matang dan kuah sedikit meresap, cicipi rasanya hingga pas.
- Sajikan panas dengan nasi putih dan taburan daun kemangi segar jika suka.
Tips:
- Gunakan ikan patin segar agar daging tidak mudah hancur saat dimasak.
- Hindari mengaduk terlalu sering setelah ikan masuk, cukup siram kuah ke atas ikan.
- Jika ingin rasa lebih pedas, tambahkan irisan cabai rawit utuh di akhir masakan.
Penutup
Pindang Patin bukan hanya sekadar makanan rumahan, tetapi juga simbol kekayaan kuliner Sumatera Selatan yang memadukan rasa dan kehangatan budaya lokal. Dengan cita rasa asam, pedas, dan gurih yang seimbang, hidangan ini selalu menggugah selera siapa pun yang mencicipinya.***







































