Kenapa Kei Car Jepang Tidak Cocok Dipakai di Indonesia? Ini Penjelasan Ahli Suzuki

kei car
Suzki Vision e-Sky, kei car (foto: Suzuki)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mobil mungil khas Jepang alias kei car sudah lama mencuri perhatian banyak orang, termasuk di Indonesia. Desainnya yang kompak, irit bahan bakar, dan tampilannya lucu membuat mobil ini jadi favorit masyarakat Jepang, terutama di perkotaan yang padat.

Namun, di balik pesonanya, muncul pertanyaan: apakah kei car aman digunakan di Indonesia?

Beda Iklim, Beda Ketahanan Material

Menurut Arif Rahman Malis, Assist to Section Head of Development Quality Assurance PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), mobil yang dijual di Jepang tidak serta-merta cocok atau aman digunakan di Indonesia.

Advertisement

Hal ini disebabkan oleh perbedaan kondisi iklim dan lingkungan antara kedua negara.

“Kondisi Indonesia itu bikin mobil lebih cepat korosif. Karena itu, mobil yang dijual di Indonesia materialnya di-upgrade supaya lebih tahan karat dibanding yang dijual di Jepang,” jelas Malis saat ditemui di kantor pusat Suzuki Motor Corporation (SMC) di Hamamatsu, Jepang.

Baca Juga :  Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bogor, Minggu 12 Mei 2024

Dengan kata lain, meski kualitas mobil di Jepang tergolong tinggi, material yang digunakan justru lebih ringan dan tidak dirancang untuk cuaca tropis lembap seperti di Indonesia.

Contoh: Suzuki Alto Lapin

Malis mencontohkan Suzuki Alto Lapin, salah satu kei car populer di Jepang.

“Di Jepang harganya sekitar Rp150–170 jutaan. Tapi kalau masuk ke Indonesia lewat importir umum, bisa tembus Rp300 jutaan,” ujarnya.

Sayangnya, harga mahal itu tidak menjamin ketahanan materialnya di kondisi Indonesia, karena kei car memang dirancang untuk pasar domestik Jepang yang memiliki iklim lebih sejuk dan minim polusi garam udara.

Tidak Dijual di Luar Jepang

Karena alasan tersebut, produsen Jepang biasanya tidak menjual kei car secara resmi di luar negeri.

“Standarnya standar Jepang. Kalau dari sisi performa sebenarnya tidak masalah—mesin kuat, jalan menanjak juga oke. Tapi dari sisi daya tahan material, berbeda,” kata Malis.

Baca Juga :  Mobil Hybrid Juara Ekonomi: Emisi Turun Tanpa Bikin Kantong Jebol

Standar Uji Global, tapi Gaya Pakai Berbeda

Meski begitu, Suzuki memastikan bahwa standar pengujian mobilnya di seluruh dunia tetap sama.

“Standar pengujian yang dipakai di Indonesia sama dengan standar global Suzuki Jepang,” tegas Malis.

Hanya saja, ia menambahkan bahwa gaya berkendara masyarakat Indonesia dan Jepang sangat berbeda, sehingga dampak terhadap kendaraan juga berbeda. Hal ini menjadi pertimbangan dalam menetapkan standar ketahanan mobil di masing-masing negara.

Kesimpulan

Kei car memang menarik dari sisi desain, efisiensi, dan harga di Jepang, namun belum tentu ideal untuk kondisi Indonesia.

Faktor seperti iklim tropis, tingkat kelembapan tinggi, serta karakter jalan dan kebiasaan berkendara membuat mobil mungil itu lebih cepat berkarat dan kurang optimal jika digunakan di sini.

Jadi, kalau kamu tertarik punya kei car impor, pastikan siap dengan biaya perawatan ekstra — terutama untuk menjaga bodi dan material tetap awet di iklim Indonesia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel