Perang Gaza Catat Rekor Kelam, Ratusan Jurnalis Gugur di Medan Liputan

Gaza
Perang Gaza Catat Rekor Kelam, Ratusan Jurnalis Gugur di Medan Liputan (Foto: Reuters)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perang di Jalur Gaza yang pecah sejak 7 Oktober 2023 kini tercatat sebagai konflik paling mematikan bagi jurnalis di dunia. Menurut Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, hampir sembilan dari sepuluh kasus pembunuhan jurnalis di dunia masih belum terselesaikan dan situasi di Gaza memperburuk catatan kelam tersebut.

“Gaza telah menjadi tempat paling mematikan bagi jurnalis dalam konflik apa pun,” ujar Dujarric membacakan pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam peringatan Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis, dikutip dari Anadolu, Senin (3/11/2025).

Guterres menegaskan perlunya penyelidikan independen dan imparsial terhadap pembunuhan jurnalis, menekankan bahwa impunitas bukan hanya melukai keluarga korban, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kebebasan pers dan demokrasi.

Advertisement
Baca Juga :  Gencatan Senjata Gaza: Ketidakpastian dan Ketegangan yang Masih Mengancam Perdamaian

“Ketika jurnalis dibungkam, kita semua kehilangan suara,” ucap Guterres.

Menurut Kantor HAM PBB, sedikitnya 248 jurnalis tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menjadikannya konflik paling mematikan bagi pekerja media dalam sejarah modern.

Situasi Gaza Kian Memburuk

Dujarric juga menggambarkan kondisi kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk meski Israel mengumumkan masa gencatan senjata. Ia menyebut serangan udara masih terjadi di beberapa wilayah, menimbulkan korban jiwa dan memperburuk penderitaan warga sipil.

“Kami menegaskan kembali bahwa semua pihak harus menahan diri dari segala tindakan yang membahayakan warga sipil, termasuk petugas bantuan,” tegasnya.

Baca Juga :  Momen Hangat di Sharm El-Sheikh, Trump Sebut Prabowo Sosok Luar Biasa dari Indonesia

Selain itu, sistem layanan kesehatan di Gaza disebut berada di ambang kehancuran. Rumah sakit kekurangan obat, peralatan, dan tenaga medis akibat serangan berkelanjutan.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 1.700 tenaga kesehatan tewas sejak awal perang, menandakan tekanan luar biasa terhadap sistem medis di wilayah yang terisolasi tersebut.

Konflik berkepanjangan di Gaza bukan hanya memakan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan kebebasan pers dan kemanusiaan — dua hal yang menjadi pilar penting bagi dunia yang beradab.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel