Sanksi AS Menyasar Keluarga Petro, Presiden Kolombia Tetap Tegas

sanksi
Presiden Kolombia Gustavo Petro (foto: X/@petrogustavo)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah gemuruh kabar sanksi Amerika Serikat yang menimpa dirinya dan keluarganya, Presiden Kolombia Gustavo Petro menunjukkan keteguhan yang jarang terlihat di panggung politik internasional. Melalui akun media sosial X, Petro mengungkapkan sikapnya yang tak gentar terhadap hukuman yang menurutnya tidak adil.

“Memang, ancaman (Senator AS) Bernie Moreno terpenuhi, saya, anak-anak, dan istri masuk dalam daftar OFAC (Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS),” tulis Petro, dikutip Sabtu (25/10/2025).

Sanksi ini muncul di tengah tudingan bahwa pemerintahannya membiarkan kartel narkoba tumbuh subur di Kolombia. Tidak hanya Petro, istri dan putranya, Veronica Alcocer dan Nicolas Petro, serta Menteri Dalam Negeri Armando Benedetti, juga menjadi sasaran.

Advertisement
Baca Juga :  BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Timur, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Meski demikian, Petro menegaskan bahwa pemerintahannya selama ini telah bekerja keras memerangi narkoba, serta membantu warganya keluar dari ketergantungan obat terlarang.

Baginya, sanksi tersebut justru bertentangan dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan selama ini.

“Sungguh paradoks, tapi bukan berarti mundur dan tak pernah berlutut,” tegas Petro. Ia pun menegaskan akan menentang sanksi itu melalui jalur hukum di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Gagal Beraksi, Pelaku Curanmor di Bogor Babak Belur Dihajar Warga

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Petro, produksi kokain di Kolombia melonjak ke tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, meresahkan warga Amerika.

“Presiden Petro telah membiarkan kartel narkoba berkembang biak dan menolak untuk menghentikan aktivitas ini,” kata Bessent.

Langkah sanksi ini seakan menambah lapisan baru dalam dinamika politik Kolombia-AS. Di satu sisi, Petro tetap menegaskan integritas dan komitmennya terhadap rakyatnya; di sisi lain, tudingan dari AS menyoroti konflik yang lebih luas terkait perdagangan narkoba internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel